BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

REPDEM mengkritik mentan yang gagal mewujudkan kedaulatan pangan

Skrinews - Jalarta,
Kebijakan pemerintah soal impor beras sebanyak 500.000 ton bukti nyata kegagalan Menteri Pertanian dalam mempertahankan Kedaulatan Pangan kita,
kata Ketua DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Bidang Media dan Propaganda, Pilian Hutasoit.                         Menteri Pertanian Amran Sulaiman pernah berjanji bila dalam kurun waktu 3 tahun beliau tidak mampu mempertahankan  Kedaulatan Pangan kita maka beliau dengan ikhlas akan mengundurkan diri dari Kabinet tanpa harus menunggu Bapak Presiden RI Jokowi untuk mereshuffle dirinya dari jajaran Kementrian.

"Janji Mentan soal  swasembada pangan ini harusnya menjadi bahan evaluasi bagi Bapak Presiden RI Jokowi," kata Pilian, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Kamis (18/1).

Untuk itu, kata Pilian, Presiden Jokowi seharusnya mengevaluasi kinerja Mentan yang dianggap gagal dalam meningkatkan kesejahteraan para petani di tanah air dengan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton,"tegasnya.

Padahal, lanjut Pilian, bantuan APBN yang begitu besar dikucurkan terhadap ketahanan pangan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dimana, pada tahun 2016 subsidi pupuk sebanyak 9,55 juta ton atau sebesar Rp 31,2 triliun dan subsidi benih padi dan kedelai 116.500 ton.

Sementara, untuk bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 100.000 unit pada 2016 dan 80.000 unit pada tahun 2015. "Ini sama saja mencederai citra Presiden Jokowi yang pro rakyat dan petani," tegas Pilian.

Kata Pilian, reshuffle kabinet yang baru dilakukan Presiden Jokowi rasa-rasanya menjadi kurang sempurna, meskipun kami mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang mengangkat Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

"Saya mengapresiasi penunjukkan Moeldoko, tapi sangat disesalkan kemudian evaluasi yang dilakukan Presiden Jokowi itu tidak menyeluruh," demikian kata Pilian.


By. Bemby/Jerry
« PREV
NEXT »