BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Banjir Bandang Landa Kenagarian Anduriang Sumatra Barat 

Padang  7 Agustus  2018 .

Skrinews.com Sumatra barat dilanda banjir bandang,akibat sungai batang anai tak sanggup menapung aliran air akibat hujan deras yang melanda nagari anduriang selasa 7-8-18 pagi subuh mengakibatkan sedikitnya 4 rumah warga dan 1 surau dikorong kampuang tangah hanyut dan 4 rumah lagi Sangat rawan  sehingga harus diungsikan, rumah pak Tapa dan rumah anaknya, rumah Dayang, Rumah mak ani telah hanyut di landa air, sementara Rumah piak Ami, Rumah Sainun memang masih utuh, namun sangat rawan untuk roboh, sedangkan perabot rumah telah diungsikan sementara ke teras teras rumah tetangga.

Selain rumah warga, sekitar 17 ekor kerbau juga dilaporkan hanyut, sampai saat ini baru  7 bangkai kerbau yang ditemukan, musibah ini adalah banjir bandang 8 tahun sekali,  sebelumnya pada tahun 2010 juga terjadi banjir yang sama yang mengakibatkan miringnya jembatan penghubung antara nagari kayutanam dengan nagari anduriang.


Sementara dari korong balah air nagari anduriang, aliran sungai batang anai telah semakin dekat ke jalan desa, hanya menyisakan sekitar satu meter lagi dari bibir aspal jalan yang ada di depan kantor korong balah air, dan ini juga rawan amlas ke badan sungai.


Beberapa sawah warga juga hanyut, ada yang baru ditanami padi dan  lahan  warga yang merupakan tempat bercocok tanam para warga ikut dihanyutkan aliran batang anai ini.

Akibat musibah ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, namun melihat penderitaan warga ini kita sangat haru, dan berharap ada bantuan tempat tinggal dari pemerintah kabupaten.

"Upik amri" salah seorang warga mengatakan  dengan berurai air mata,,mau tinggal dimana lagi kami, hanya dorongan semangat untuk tetap tabah menghadapi musibah ungkapnya dengan air mata yang berlinangan.

"Syawiruddin"Wali nagari anduriang, hadir bersama : Alex "  selaku wali korong ikut mendampingi warganya sejak subuh tadi,dan berusaha menenangkan korban.


Sementara itu setelah hujan mulai reda  sekira pukul 8 pagi, Bhabinkamtibmas Supardi beserta Rombongan Babinsa, dan  Camat beserta  beberapa pegawai negeri menjenguk dan mengambil data para korban.


(  Mdl )
« PREV
NEXT »