BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Gara - Gara Tersengat Listrik Saat Pasang Terop, Korban Jatuh Membentur Tembok





Tulungagung skrinews, – Sungguh tragis nasib  Endro (37), pemasang tenda/terop hajatan Mastrip, alamat Dusun Ngipik, Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Rabu (23/01) pukul 10.30 WIB.  Endro meninggal saat memasang terop hajatan di rumah Istinganah (48) di Dusun Baron, RT 04, RW 02, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru.

"Kejadian orang meninggal dunia terjatuh dari terop," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji.

Awalnya korban Endro bersama dua orang temanya memasang tenda atau terop di rumah Istinganah yang akan mengadakan hajatan.  "Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB korban  sedang naik di pojok tenda sebelah selatan dengan ketinggian 6 meter yang akan didirikanya. Saat korban akan memasang besi penyangga yang dipegangnya dengan panjang sekitar empat meter, besi yang ada di tangan korban terkena tegangan aliran listrik dari kabel PLN yang mengalir di atas tenda," ungkap Sumaji.

Akibatnya, Endro kaget dan terjatuh ke belakang. Kepalanya membentur tembok pagar rumah dari batako. "Korban jatuh di pinggir jalan dengan posisi terlentang menghadap ke selatan dengan luka-luka parah berdarah di kepalanya," ujarnya.

Mengetahui kejadian tersebut, temannya yang lain melaporkan ke petugas kesehatan Puskesmas Karangrejo dan Polsek Kedungwaru

"Kurang lebih 10 menit kemudian datang petugas dari Polsek Kedungwaru, petugas dari SPKT Polres Tulungagung beserta petugas kesehatan dari Puskesmas Karangrejo. Setelah diperiksa petugas kesehatan, korban sudah meninggal dunia," imbuhnya.

Dari kondisi Endro yang sempat difoto warganet, diketahui kepala belakang mengalami perdarahan hebat dan isi otak keluar.  "Kepalanya pecah, jatuh langsung membentur tembok," ujar Putri (inisial) yang berada di lokasi kejadian.

Korban telah di evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit  RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan  visum et repertum dallam. Namun keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum karena menyadari bahwa kematian korban adalah musibah.  Atas keberatan itu, keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan atas penolakan tersebut.




cristian
« PREV
NEXT »