Home
Jawa Timur
Gara - Gara Tersengat Listrik Saat Pasang Terop, Korban Jatuh Membentur Tembok
Gara - Gara Tersengat Listrik Saat Pasang Terop, Korban Jatuh Membentur Tembok
suaraindonesia1
-
Rabu, Januari 23, 2019
Tulungagung skrinews, – Sungguh tragis nasib Endro (37), pemasang tenda/terop hajatan Mastrip, alamat Dusun Ngipik, Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Rabu (23/01) pukul 10.30 WIB. Endro meninggal saat memasang terop hajatan di rumah Istinganah (48) di Dusun Baron, RT 04, RW 02, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru.
"Kejadian orang meninggal dunia terjatuh dari terop," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji.
Awalnya korban Endro bersama dua orang temanya memasang tenda atau terop di rumah Istinganah yang akan mengadakan hajatan. "Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB korban sedang naik di pojok tenda sebelah selatan dengan ketinggian 6 meter yang akan didirikanya. Saat korban akan memasang besi penyangga yang dipegangnya dengan panjang sekitar empat meter, besi yang ada di tangan korban terkena tegangan aliran listrik dari kabel PLN yang mengalir di atas tenda," ungkap Sumaji.
Akibatnya, Endro kaget dan terjatuh ke belakang. Kepalanya membentur tembok pagar rumah dari batako. "Korban jatuh di pinggir jalan dengan posisi terlentang menghadap ke selatan dengan luka-luka parah berdarah di kepalanya," ujarnya.
Mengetahui kejadian tersebut, temannya yang lain melaporkan ke petugas kesehatan Puskesmas Karangrejo dan Polsek Kedungwaru
"Kurang lebih 10 menit kemudian datang petugas dari Polsek Kedungwaru, petugas dari SPKT Polres Tulungagung beserta petugas kesehatan dari Puskesmas Karangrejo. Setelah diperiksa petugas kesehatan, korban sudah meninggal dunia," imbuhnya.
Dari kondisi Endro yang sempat difoto warganet, diketahui kepala belakang mengalami perdarahan hebat dan isi otak keluar. "Kepalanya pecah, jatuh langsung membentur tembok," ujar Putri (inisial) yang berada di lokasi kejadian.
Korban telah di evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan visum et repertum dallam. Namun keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum karena menyadari bahwa kematian korban adalah musibah. Atas keberatan itu, keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan atas penolakan tersebut.
cristian
Postingan Populer
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...





