BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Anak Putus Sekolah Masih di angka 28 Ribu


SKRINEWS SULAWESI SELATAN-
Bone. Sul-Sel-Pansus DPRD Bone, kembali membedah Rancangan Rencana Pembangunan Jangan Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023, Senin 25 Februari kemarin.
.
Rapat yang dipimpin Rismono Sarlim tersebut, mengupas berbagai program yang tertuang di rancangan RPJMD. Termasuk mengulas capaian visi-misi bupati di 2013-2018.

Ada berbagai kebijakan bupati yang dikritik melalui rapat tersebut. Salah satunya, terkait angka putus sekolah yang dinilai masih sangat tinggi.

“Termasuk angka buta huruf juga masih tergolong tinggi. Ini membuktikan, visi-misi bupati 2013-2018 belum tercapai,” ungkap Anggota pansus, H Saipullah Latif.

Saipullah juga mengkritik visi-misi bupati (Mandiri, Berdaya Saing dan Sejahtera) yang dinilai tidak singkron dengan RPJMD 2018-2023.

“Mandiri, berarti harus menyiapkan lapangan kerja yang cukup, baru bisa mandiri. Berdaya Saing, apa program rillnya untuk menciptakan daya saing daerah,” kritik Saipullah.
Ia juga mengkritik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang turun. “Disamping itu, pendapatan daerah meningkat, namun tidak merata. Bisa dilihat mungkin berapa angka kemiskinan sekarang,” tukasnya.

Kepala Bappeda Bone, Drs H Abubakar mengakui angka putus sekolah yang tergolong tinggi. Ia menyebutkan, ada 20 ribu anak usia sekolah yang putus sekolah.

“Penyebab anak putus sekolah, salah satunya, ekonomi, jarak antara rumah dari sekolah yang jauh dan pernikahan dini,” tukasnya.

Abubakar juga menyebutkan, Kecamatan Dua Boccoe, merupakan wilayah yang tertinggi angka anak putus sekolah.
“Angka putus sekolah, itu terbesar di Kecamatan Dua Boccoe,” kuncinya.(ar)
« PREV
NEXT »