BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Caleg DPD RI DI DUGA KUAT DALANG PENIKAMAN KETUA HMI Cabang Palu.


Skrinews - Palu,
Calon senator bernama Samsidi Markus yang bertarung pada pemilihan DPD RI 2019 telah dilaporkan ke Polisi Resor (Polres) Palu atas dugaan dalang dibalik insiden penikaman terhadap Ketua Umum HMI Cabang Palu, Karimul Hamid.

SM saat ini tercatat sebagai calon anggota DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Sulteng.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/450/IV/2019/Sulteng/Resor Palu tanggal 25 April 2019, bahwa SM dilaporkan sebagai pelaku dari insiden penikaman tersebut.

Dalam laporan polisi, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (24/4/2019) malam sekitar pukul 21.30 Wita di Jalan Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, tepatnya di sekretariat HMI Cabang Palu.

Saat itu, Karimul Hamid sebagai korban berserta pengurusnya sedang melakukan rapat program kerja. Tiba-tiba datang sekelompok orang langsung merusak suasana, lalu mengejar korban yang mana saat itu SM juga berada dalam kelompok tersebut kemudian berteriak hajar dan tikam. Sehingga Karimul Hamid dan jajaran pengurusnya berhamburan berlari ke arah pantai dan ditikam. Akibatnya korban mengalami luka tusuk dibagian bawah punggung.

Saat dimintai keterangan, Karimul Hamid membenarkan adanya teriakan dari pelaku yang terkesan memerintahkan anggotanya melakukan aksi pemukulan tersebut.

“Saat itu dia bilang, kenapa tidak berani pukul, tikam saja. Pelaku mengatakan begitu,” katanya saat diwawancarai.

Akhirnya, 20 orang keluar dari sekretariat HMI Cabang Palu lalu mengejar korban beserta pengurusnya berjumlah 12 orang.

Saat dikejar, Karim sapaan akrabnya melarikan diri ke pesisir pantai guna menghindari pengejaran. Dalam pengejaran itu, salah satu pengurusnya terjatuh. Karena dikhawatirkan akan dikeroyok oleh 20 orang tersebut, Karim menyelamatkan pengurusnya. Akan tetapi, dirinya dikeroyok dan terjadilah penikaman. Karim mengaku, pelaku tersebut bernama Aristo Iman.

“Saat itu, pelaku memegang pisau ditangannya berniat menusuk bagian perut. Tapi saya berpaling dan yang kena bagian belakang saya,” jelasnya.

Kemudian setelah itu, Karim melarikan diri dan menemui salah seorang alumni HMI. Saat itulah Karim dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata.

Usai dilarikam ke RS, pengurus HMI disampingi salah satu senior melaporkan kejadian tersebut di Polres Palu.

Pada malam itu juga, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulawesi Tengah menerima permintaan pengawalan kasus dan langsung menyaksikan sendiri korban dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD).

Ketua LBH Sulteng, Amar mengatakan siap mengawal kasus tersebut hingga tuntas dan bakal menyiapkan lima pengacaranya.

"Kami akan berkoordinasi dengan Polres Palu untuk mengawal kasus tersebut hingga selesai.

Kalau pun ada mediasi antara pelaku dan korban, kata Amar tidak masalah. Dikarenakan kasus tersebut delik murni, maka mediasi itu bisa saja dilakukan. Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan.

“Mediasi itu hak masing-masing. Tapi proses hukum tetap berjalan,” tutupnya.

Maman / nwr
« PREV
NEXT »