Jayapura SKRINEWS.COM. Pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2019 pukul 19.25 wit, Bertempat di Masjid Baiturahim Jayapura Kabid Humas Polda Papua bertindak sebagai penceramah sebelum pelaksanaan Sholat Taraweh berjamaah.
Uraian kegiatan:
Pukul 19.00 wit, dilaksanakan Sholat Isya' berjamaah oleh seluruh Jamaah yang mengikuti sholat di masjid Baiturahim Jayapura.
Pukul 19.35 wit, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH memberikan ceramah, diawali dengan memanjatkan pujian dan syukur kepada Allah SWT, sehingga dengan nikmat,karunia dan Hidayah-Nya kita dapat berkumpul disini untuk melaksanakan Sholat Isya' dan sholat Tarawih berjamaah. Kamal mengajak jamaah untuk menyampaikan Selawat dan salam kepada serta salam kepada baginda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang telah menyampaikan ajaran agama Islam yang sempurna kepada umatnya.
Sesuai dengan tema ceramah malam ini dengan tema persatuan dan kesatuan. Jika kita melihat lahirnya bangsa dan negara Republik Indonesia dimana berapa tahun lamanya kita dijajah oleh Belanda dan Jepang. Begitu pula sejarah Papua masuk dalam pangkuan Ibu pertiwi, sehingga sampai saat ini masih ada beberapa warga yang ada di Papua belum sepaham dengan kita.
Namun kedepan masih banyak yang perlu kita waspadai bersama terutama anak cucu kita harus kita selamatkan dari segala ancaman yang akan merusak tatanan hidup bangsa kita kedepan. Anak-anak kita harus kita bekali dengan ajaran agama yang benar dan ilmu pengetahuan yang baik, sehingga kedepan mereka menjadi seorang ilmuan yang memiliki iman yang tangguh ( muttaqin).
Perjalan demokrasi mulai dari tahapan pemilu hingga saat ini masih menyisahkan riak-riak yang kita dengar bersama. Dari kelompok yang satu ada saudara kita, kelompok yang lain adapula saudara kita sehingga perbedaan pendapat itu wajar dalam pesta demokrasi namun tidak harus saling tuduh dan tuding yang dapat memunculkan fitnah sehingga hubungan silaturahmi dapat terkoyak, kita tidak dapat pungkiri itu, kita dipersatukan karena sebagai warga negara Republik Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila meskipun kita berbeda agama, suku dan bahasa, mari pedomani dan tanamkan rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kita belajar dari bangsa lain di luar negeri, seperti Iran, Irak saat ini negara tersebut hancur karena adanya perbedaan dan masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Di negara ini harus kita tanamkan rasa kebersamaan sehingga hal tersebut tidak terjadi di negara yang kita cintai ini. Kita harus kembali melihat sejarah bagaimana orang tua dan pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah, mereka rela melakukan apasaja untuk negara ini sehingga harus kita renungkan bersama hal tersebut. akan lebih sulit jika kita saling mempertahankan keinginan kita untuk kelompok kita masing-masing karena sangat berbahaya dan hal-hal yang kita tidak inginkan bersama akan terjadi.
Kami menghimbau bagi para jemaah bagaimana untuk mengantarkan negara ini untuk lebih baik. Sehingga sebagai umat islam kita harus berusaha semaksimal mungkin dengan niat dan cara yang baik dan semua kita serahkan kepada Allah SWT. Maka negara yang kita inginkan bersama yaitu kedamaian akan terwujud.
Aparat keamanan yaitu kepolisian terus memantau perkembangan situasi kamtibmas serta ancaman yang terjadi yang salah satunya melalui media sosial. Sehingga dapat diambil langkah-langkah pencegahan yang baik apabila situasi keamanan tidak kondusif, dengan harapan masyarakat khususnya di Papua dapat melakukan aktifitas dengan nyaman dan aman.
Kami mengajak para jemaah sekalian dibulan Ramadhan yang baik ini, kita diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Apa yang kita inginkan apa yang kita perbuat kita kembali kepada Allah SWT dengan mengharapkan ridhonya. Karena sesungguhnya Allah SWT yang menentukan segalanya, maka umat islam harus berusaha dengan mewujudkan ukuah islamiah menjalin persaudaraan yang baik dengan menjunjung rasa persatuan dan kesatuan bangsa khususnya di Papua.
Singkirkan segala kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar insya Allah kedamaian akan kita wujudkan bersama. Kita sebagai umat Islam boleh beda tetapi bukan untuk menghancurkan negara ini, mari kita duduk bersama dan mencari solusi yang terbaik sehingga kita mendapatkan jalan yang kita tujuh bersama yaitu jalan kedamaian. Mari kita ajak saudara-saudara kita yang diluar sana untuk sama kita beribadah dan mendapatkan ajaran agama sehingga kita mendapatkan hidayah dari Allah SWT. mari menjalin kepada semu pihak karena komunikasi yang baik kita dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi.
Meskipun kita berbeda pandangan dan persepsi tetapi mari mewujudkan ukuah islamiah dan ukhuah wathoniah, bersatu dengan harapan kedamaian terus terjaga di negara kita. Kita ajarkan kepada anak-anak kita dengan ajaran agama yang baik, ilmu yang baik karena merekalah sebagai penerus bangsa ini kedepan. Pada tanggal 17 April 2019 saat pemilu kita boleh berbeda pilihan jangan karena perbedaan kita saling mencaci, menghujat, memfitnah yang dapat merusak persahabatan, persaudaraan yang dapat merusak nilai-nilai yang telah terbangun sejak lama sebagai karakter anak bangsa berbudi luhur, mari kita bangun Papua untuk menjadi lebih baik karena masa depan Papua ada di tangan kita semua.
pelaporan : Rahman
Jayapura, 10 Mei 2019
Dikeluarkan oleh: Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz, HP.



