Home
Jawa Timur
PPDB SMP Negeri 2019 / 2020 di Tulungagung, Kembali Menggunakan Sistem Zonasi Sekolah
PPDB SMP Negeri 2019 / 2020 di Tulungagung, Kembali Menggunakan Sistem Zonasi Sekolah
suaraindonesia1
-
Rabu, Mei 22, 2019
Tulungagung skrinews, - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP negeri di Tulungagung dipastikan kembali menggunakan sistem zonasi. Namun yang membedakan tahun 2019 ini, dalam pengaturan zonasi sekolah, dicantumkan juga desa-desa yang masuk zona tersebut.
Hal ini untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkan sekolah, bagi anak-anak dari desa yang jaraknya nanggung. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah desa yang jaraknya jauh dari SMP Negeri mana pun.
“Sekarang tidak ada lagi desa yang nanggung (jaraknya). Karena masing-masing SMP Negeri sudah ditentukan desa-desa yang masuk zonanya,” terang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung, Suharno.
Zonasi ini untuk memastikan, setiap anak diprioritaskan di sekolah terdekat. Jumlah siswa yang masuk lewat sistem zonasi ini mencapai 90 persen dari kuota sekolah. Sedangkan 10 persen sisanya dialokasikan untuk jalur prestasi dan siswa pindahan antar daerah.
“Bukan hanya jaraknya yang dipertimbangkan. Akses dari rumah ke sekolah juga menjadi pertimbangan,” tambah Suharno. Dari seluruh zona yang ditetapkan, wilayah kota yang paling banyak ditempat SMP Negeri yang dianggap favorit.
SMP tersebut adalah SMPN 1 Tulungagung, SMPN 2 Tulungagung dan SMPN 3 Tulungagung. Selain itu di wilayah kota juga ada SMPN 6 Tulungagung dan SMPN 4 Tulungagung. Ada juga SMPN 1 Kedungwaru yang juga berada di wilayah kota.
Namun menurut Suharno, dipastikan para calon peserta didik tidak akan menumpuk di SMP favorit tersebut. “Misalnya ada dua anak jaraknya sama di SMP yang sama, pihak sekolah bisa melihat faktor lain. Seperti nilai misalnya,” ujarnya.
Namun Suharno yakin, kebingungan tersebut tidak akan terjadi. Sebab pembagian zona sudah memperhitungkan lulusan SD di sekitar SMP Negeri. Selain itu setiap sekolah juga wajib memperhatikan daya tampung masing-masing. Jika ada sekolah kelebihan kuota, maka siswa diperbolehkan mencari sekolah ke zona lain yang terdekat.
“Dengan sistem ini tidak ada lagi sekolah yang kekurangan siswa,” tegas Suharno. Untuk sekolah di wilayah perbatasan, pembagian zona bahkan mencakup wilayah Kabupaten Trenggalek.
Misalnya untuk SMPN 3 Bandung, sekolah ini dekat dengan Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Bahkan sejumlah desa lebih dekat jaraknya ke SMPN ini, dibanding jika harus ke SMPN Durenan. Rencananya pendaftaran PPDB SMP ini dimulai pada akhir Mei hingga Juni 2019. Tanggalnya belum dipastikan, karena petunjuk dari pusat.
cristian
Postingan Populer
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com--Tak Terima Namanya Dicatut Dan Dipalsukan Tanda Tangannya 2 (dua) Warga Desa Bandar Setia Dusun Karang R...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa warga desa Mali iha kecamatan Kodi Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tengg...
-
Tamiang Hulu- Suaraindonesia1com- Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan 2 (dua) Warga Bandar Setia Dusun Karang Rejo Yang Berinisial S...
-
Salah satu penerima manfaat RLH 2023 hingga 2024 haknya belum diberikan oleh pemerintah desa waitaru SBD - SuaraIndonesia1.Com, Kementerian ...
-
Nasional-Skrinews.Com.Bitung. Seiring terjadi Kejadian perkelahian antar kampung tinombala atas dan bawah, kecamatan maesa, kelurahan p...
-
GOWA - JAKARTA | SKRINEWS. COM/ Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, "Alumni dari SMA Salis angkatan 85 Sung...
-
SBD,SuaraIndonesia1.Com,Program pemasangan meteran listrik gratis untuk masyarakat kurang mampu di Desa WeeKabala, Kecamatan Loura Sumba Bar...


