BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

KEPSEK SDM NONDO KODI, Di DUGA MENGGELAPKAN DANA KIP.

KARTU KIP  DI JADIKAN ASET RUMAH TANGGA


BONDO KODI Skrinews.Com
Dana bantuan   Kartu Indonesia ,(KIP). Milik siswa Sekolah Dasar Masehi Milik Yayasan Pendidikan Masehi SDM BONDO KODI, Yang  ada di desa Ana Lewe Kecamatan Kodi Bangedo Sumba barat Daya,menurut Pengkuan Orang tua Murid ,belum pernah merasakan penerimaan Dana KIP sejak di terima Kartu KIP ungkapnya ketika di temui Media Skrinews pada tanggal 14 Juli 2019

Lebih lanjut menjelaskan sejarah Daniel Maghu  Sebagai Kepala Sekolah di SDM BONDO kodi tidak pernah melayani Uang KIP pada hal menurut penegasan  dari Pemerintah Pusat  sudah memberi Kemudahan seperti penjelasan pencairan

Pencairan Dana Program Indonesia Pintar Semakin Dipermudah    tapi kenyataan bukannya Mempermudah  tapi sama sekali di hilangkan begitu Saja Kemendikbud --- Pemerintah bekerja sama dengan bank penyalur Program Indonesia Pintar (PIP) terus berupaya mempermudah pencairan dana PIP. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan sejumlah strategi diterapkan agar siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak mengalami kesulitan ketika mencairkan dana PIP.

Salah satu yang diupayakan adalah menggunakan kartu pintar yang dapat digunakan untuk menarik dana melalui anjungan tunai mandiri (ATM). "Hal yang kita fokus dalam KIP ini adalah mekanisme penyaluran, yang pada awalnya berupa kartu biasa mulai sekarang ini sudah 70 persen

menggunakan cashless. Jadi Kartu Indonesia Pintar bisa digunakan sekaligus sebagai kartu ATM," kata Mendikbud dalam acara Konferensi Pers 4 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Sekretariat Negara,

Manfaat penggunaan kartu pintar ini adalah para siswa bisa mengambil dana PIP kapan pun mereka membutuhkan.

"Mereka juga bisa mengambil sesuai kebutuhannya, jadi tidak harus sekaligus," tambah Muhadjir Effendy.

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah bekerja sama dengan bank-bank penyalur agar memfasilitasi koperasi sekolah dengan Layanan Keuangan

Tanpa Kantor atau Laku Pandai, sebagai upaya mempermudah pencairan dana PIP. "Laku Pandai ini di sekolah sudah jalan, semoga semakin mempercepat pencairan KIP," kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Mendikbud menambahkan bahwa pada Bulan November 2018 ini akan ada pembagian KIP untuk tahap ketiga. Diharapkan semakin banyak siswa yang terbantu untuk mendapatkan akses pendidikan. Untuk penambahan penerima KIP di daerah yang terdampak bencana, Muhadjir mengatakan pihaknya masih menunggu data dari Kementerian Sosial (Kemensos).

PIP adalah salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tujuannya adalah untuk memperluas akses peserta didik dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan baik jalur formal maupun nonformal. Dari tahun 2015 hingga Bulan Agustus 2018, Pemerintah sudah menyalurkan lebih dari 35 triliun Rupiah untuk program ini. (

Dari  sebesar itu kami sebagai Orang Tua Siswa  sangat Kecewa dengan KIP  karena tidak terima uang KIP Sampai saat ini tandas,(TIBO ).
« PREV
NEXT »