Sumba Barat,Liputan Mustari SKrinews Com
Skrinews Com menemui Kasat Reskrim Polres Sumba Barat IPTU.Jemi Octovianus Noke. SH.Diruangan kerjanya Jumat (4/10/2019).
Menyampaikan dan harapannya,Dengan adanya kegiatan- kegiatan penangkapan tersebut yang kita lakukan,dan kami menunggu informasi dari masyarakat sebanyak-banyaknya. Baik dari korban maupun masyarakat lain yang mungkin menjadi korban.
Pencurian ini sudah menjadi penyakit masyarakat dan menjadi atensi pimpinan untuk kita berantas kasus pencurian ternak di Wilayah Hukum Polres Sumba Barat.Karena saya lihat bukan lagi kejadian yang biasa,tetapi akan membahayan masyarakat.Jelas Kasat Reskrim
Pencurian hewan sudah sering dilakukan dalam jumlah banyak dan kejadian ini adalah hal yang tidak baik,pencurian hewan melakukan aksinya sampai satu kandang dan jumlah cukup banyak.Sehingga benar- benar kami di Perintahkan oleh Pimpinan atas untuk Berantas pencurian hewan yang meresahkan masyarakat.Siapapun yang terlibat sekecil apapun keterlibatan dari pencurian itu,kami pasti melakukan proses Hukum.Tandas kasat Reskrim.
Diakatakan,Sampai saat ini anggota kami cukup loyal dan betul-betul mendukung berantas pencurian Hewan bertekad memberantas kasus-kasus atau kejadian pencurian ternak di wilayah hukum Polres Sumba Barat yang membawahi tiga Kabupaten yaitu," Kabupaten Sumba Tengah,Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Kedepan,Harapan saya dapat mengurangi pencurian hewan yang meresahkan masyarakat,tetapi dengan adanya penangkapan-penangkapan atau proses hukum yang kami lakukan masyarakat menjadi sadar dan tidak takut lagi untuk melaporkan bahkan menyampaikan kepada kami,baik secara terbuka maupun tertutup,kami siap melayani selama 24 jam.Sehingga masyarakat tidak ragu, dan kami akan lindungi korban maupun saksi yang memberikan informasi kepada kami.Tutur kasat Reskrim
Pencurian hewan sering melintasi jalurnya Sumba Tengah,karena batasan Sumba Barat Daya dan itu tempat transitnya.
Baik di ambil dari Sumba Timur maupun Sumba Barat.Ada modus-modus pencurian yang dilakukan oleh kelompok ini setelah di ambil dia menghubungi lagi,baik perlakukan sendiri ataupun sindikatnya yang menghubungi korban untuk mengambil hewannya dengan tebusan,setengah dari harga Hewan tersebut,misalnya harga Rp.50 Juta,berati korban membayar kepadanya Rp.25 Juta.Dengan beberapa ancaman, apabila berani melaporkan ke Polisi berarti keamanan korban tidak terjamin,itu Modus yang berkembang saat ini.
kami sudah sudah mendengar modus ini,tetapi kami masih mengali kebenarannya, bahkan korban melaporkan kepada kami,setelah korban melaporkan dan datang memberitahukan kepada kami,,bahwa sapi sudah ditemukan.Kami langsung melakukan penyelidikan,apakah benar sapi sudah ditemukan,ternyata diminta tebusan kepada korban dan polisi menjamin keamanan korban,jangan sampai pelaku melakukan kekerasan pada korban.Ungkap Kasat Reserse Polres Sumba Barat.
Maraknya kasus pencurian hewan ternak, membuat jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat geram,sehingga berbagai inovasi dan terobosan dilakukannya guna mengurangi tingginya angka kriminalitas pencurian ternak tersebut di wilayah Hukum Polres Sumba Barat
Terobosan demi terobosan terus dilakukan jajaran Polres Sumba Barat dengan bersinergi bersama masyarakat.Dan ini sangat bermanfaat dan efisien bagi masyarakat baik dari sisi keamanan maupun sisi ekonomis, sehingga warga bisa berkonsentrasi dalam menjaga hewan ternaknya miliknya.Ungkap kasat Reskrim
Masyarakat merasa bangga dengan Polres Sumba Barat dalam melaksanakan operasi terhadap pencurian hewan yang meresahkan masyarakat,terlihat hari demi hari pencurian semakin berkurang,itu
kerja keras polres Sumba Barat yang membawahi tiga kabupaten ini.


