Skrinews. Ambon,- mahasiswa sebagai insan berpikir dalam dunia pendidikan oleh karena tanggung jawab sebagai mahasiswa bukan hanya untuk diri sendiri melainkan sebagai agen perubahan generasi dan bangsa pada umumnya. Mahasiswa juga sebagai pengontrol sosial. Oleh karena sebagai mahasiswa harus tertanam jiwa kritis maka dari itu untuk adanya jiwa kritis sebagai insan berpikir awal mulanya harus terbangun aktifitas berpikir dan berbicara sejak dini. Selasa. 17/12/2019.
Darai pantauan awak media skrinews pada saat kedua konseptor. Abdulatif gaite dan rahmat N abdullah yang telah berinisiatif membangun study klub belajar dan berdiskusi masa depan untuk mahasiswa kepulauan aru yang lagi melanjutkan studi di kota ambon terkhusus kampus STAIN. Mereka para konseptor saat di forum musyawara pembentukan telah menjelaskan visi dan misi dari kesemuaan berdirinya klub study belajar masa depan ini kepada anggota bahwa dengan pembentukan klub study ini bukan hal politik ataupun semacamnya.
Lanjut kata mereka menutup pembicaraan ini dengan pesan bahwa terbangunya klub study ini oleh kesadaran sebagai orang-orang yang belajar dan mengajar maka ketika ada yang dengan sengaja mengacaukan suasana dalam klub study ini kita tak segan-segan untuk menentangnya karna dengan adanya kelompok belajar dan diskusi ini hanya semata-mata ingin merajuk kembali kreatifitas serta aktifitas mahasiswa sebagai insan berpikir dan punya tangung jawab bagi semua. Sebagai mana pesan dalam surat yang pertama kali turun dengan perintah baca bacalah. Untuk itu kata mereka bahwa ini merupakan pijakan belajar dan berpikir kita dalam mencari ilmu pengetahuan bukan hanya sebatas untuk menjadi sarjana dan di stempel dengan legalitas intitut semata yang di tandai selembar kertas. Namun berguna bagi bangsa dan negara terutama untuk jargaria kita bersama. Unjar mereka menutup.
( Wiďodo m )