BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews - Sergius Ungkap Video 19 Oktober 2019, Di- Edit Dan Viralkan Sekarang 2020 (TUKANG OJEK)



Nasional-skrinews.com.bitung.
Terkait beredarnya video tidak utuh dari Wali Kota Bitung, Max J Lomban yang pernah diunggah salah satu media saat pelaksanaan Hari Pangan Sedunia tanggal 19 Oktober 2019 di Pasar Pinasungkulan-Sagerat, yang beredar luas di dunia maya, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Albert Sergius mengatakan terungkap video yang beredar sebelumnya berdurasi 9:44 menit, namun diedit menjadi 1:25 detik dan sekarang beredar luas di media sosial,

“Pak Wali Kota tidak melecehkan profesi tukang ojek, namun memberikan motivasi agar para petani melakukan regenerasi, sehingga para anak muda bisa meneruskan pekerjaan orang tua sebagai petani, Pak Wali Kota tidak sama sekali melakukan pelecehan terhadap tukang ojek, mari pahami konteks utuh dari video yang beredar,”ujar Sergius.

Lanjutnya juga, saat itu pak Wali Kota mengajak keterlibatan petani melenial, mengajak kepada orang tua (para petani tua,Red) yang hadir untuk menularkan atau mengajarkan budaya bertani kepada para anak muda, sehinga dapat lahir petani-petani milenial yang dapat meningkatkan pertanian dan tidak memilih menjadi ojek dalam usia muda.

Mantan Kabag Humas ini menjelaskan, tidak ada sama sekali merendahkan tukang ojek, karena dimaksudkan pengangguran tidak tetap, karena selain tukang ojek, pasti ada pekerjaan lain yang ditekuni, atau kerja sampingan. “Kami minta warga Kota Bitung memahami hal ini, tidak terpancing dengan isu yang sengaja dilemparkan untuk menjatuhkan kinerja Pak Wali Kota, anehnya lagi video tersebut sudah beredar sejak Bulan Oktober 2019 dan baru sekarang ini di viralkan,”tutur Sergius.

Terpisah, Petani Milenial Kota Bitung, Hendry Roy Somba, selaku koordinator pelaksanaan Hari Pangan Sedunia tanggal 19 Oktober 2019 lalu, di pasar Piansungkuakn Sagerat, menyesalkan beredarnya video tersebut. “Itu kegiatan Hari Pangan Sedunia, dan pak Wali Kota intinya mengajak tukang ojek agar lebih baik menjadi petani, karena hasil pangan dibutuhkan manusia setiap hari, peluangnya juga terbuka lebar, apalagi untuk generasi milenial  yang bisa majukan pertanian dengan teknologi, tidak ada pelecehan atau menyepelehkan  profesi tukang ojek saat itu,”ungkap Somba.

(Jmy Ishak)
« PREV
NEXT »