BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Skrinews - WARTAWAN SKRI DI PAKSA UNTUK MENYEBUTKAN NARA SUMBERNYA OLEH BUPATI SEHAN LANDJAR,DINAS KETAHANAN PANGAN DAN KEPALA SATPOL PP.


Skrinews - Boltim,
Pembagian sembako dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke beberapa Desa yang baru terealisasi menuai banyak komentar dari banyaknya masyarakat yang menerima karena tidak sesuai dengan apa yang di sampaikan Sehan Landjar selaku Bupati Boltim dengan Kadis Ketahanan Pangan Kisman Mamonto.29-4-2020

Skrinews-konfirmasi di kantor Dinas Ketahanan Pangan.Kisman Mamonto mengatakan bahwa pembagian ini,telah di atur ke desa-desa dengan pengaturan pembagian per KK dalam hitungan jumlah orang.sambil menunjukan rumusnya 1-2 15kg. 3-4 20kg .5-6 25kg. 7-8 30kg. 9 35kg.tutup Kisman Mamonto.

Pantauan SKRI-Kenyataan di lapangan berbeda.ada yang per KK 4 jiwa hanya dapat 10 kg padahal seharusnya kalau 4 jiwa dalam 1 KK harusnya 20 kg.begitu juga dengan pembagian gula,ikan kaleng,dan minyak kelapa tidak sesuai dengan informasi yang di sampaikan Bupati Boltim Sehan Landjar.

Menanggapi hal tersebut,Bupati BOLTIM Sehan Landjar sewaktu di temui media SKRI di Gudang penyimpanan Sembako desa Tutuyan langsung marah-marah perihal banyaknya masyarakat yang mengaduh tentang penyaluran sembako karena mekanisme pembagian tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masyarakat Boltim.

Marahnya Bupati Boltim Sehan Landjar tidak ada arah,dan seakan kami wartawan tidak profesional.Dan mengatakan masyarakat berbohong.

ini berbicara fakta di lapangan yang kami dapat dan bukan mengada-ada.

Bagaimana tidak 4 jiwa dalam satu KK hanya menerima 10kg yang seharusnya 20 kg. dan hasil konfirmasi dengan masyarakat katakan mawar,tidak ada sangkut pautnya dengan penerimaan PKH atau BLT.

Dalam hal ini seorang Leader di Bolaang Mongondow Timur Sehan Landjar tidak wajar mengatakan mengatakan bahwa masyarakatnya berbohong, maksudnya apa.dan ini fakta yang kami dapat dan keluhan masyarakat dan wajib saya selaku wartawan SKRI mengawal Bansos ini biar tepat sasaran dan tidak ada unsur pilih kasih di tengah merebaknya Covid-19 ini.

Dan lucunya lagi saya di paksa Bupati Sehan Landjar,kadis Ketahanan Pangan Kisman Mamonto dan kepala satpol PP Abdul Muhdar Mokoagow untuk menyebut siapa Nara sumbernya.kita punya kode etik dan perlu di ketahui oleh Bupati yang biasa di sapa Eyang "apa yang kami sampaikan adalah kepentingan masyarakat Bolaang Mongondow Timur"
A.TUBAGUS KEPALA BIRO BOLTIM.
.
« PREV
NEXT »