Skrinews - Dandim 1310/Bitung Dan Kapolres Bitung Mediasi Kesalahpahaman Warga Dengan Jamaah Tabligh




BITUNG - Bertempat di TPQ Asy Syuhada Aer Ujang Kel. Girian Permai, Kec. Girian (25/5), telah terjadi kesalahpahaman antara sekelompok masyarakat dengan Jamaah Tabliq, terkait keberadaan 9 (sembilan) orang Jamaah Tabliqh di TPQ Assy Suhada Aer Ujang Girian Permai Kota Bitung.

Kronologis terjadinya kesalahpahaman tersebut, bermula sekitar awal bulan April 2020 kesembilan Jamaah Tabliqh tersebut berada di Ternate kemudian dipulangkan ke Kota Bitung, karena adanya peraturan terkait dengan pademi Virus Corona (COVID-19) di Ternate.

Pada akhir bulan April 2020, kesembilan orang Jamaah Tabliqh tersebut tiba di Kota Bitung dan langsung tinggal di TPQ Asy Syuhada Aer Ujang  Kel. Girian Permai Kec. Girian Kota Bitung.

Pada hari Senin tanggal 25 Mei 2020 sekitar Pukul 16.00 Wita, sekelompok masyarakat sekitar TPQ Asy Syuhada Aer Ujang Kel. Girian Permai, mendatangi rumah Lurah Girian Permai Ibu Topsin Janis, S.Sos, untuk meminta agar menyampaikan kepada pihak TPQ Assy Suhada Aer Ujang agar para Jamaah Tabliqh tersebut dikeluarkan karena sekelompok masyarakat mendengar informasi bahwa Jamaah Tabliqh tersebut berasal dari Makassar (Gowa).

Lurah Girian Permai langsung mendatangi TPQ Asy Syuhada Aer Ujang dengan tujuan untuk menyampaikan dan menanyakan apa yang disampaikan oleh sekelompok masyarakat tersebut. Namun sekelompok masyarakat tersebut langsung ikut masuk bersama Lurah di TPQ Asy Syuhada Aer Ujang. Dan saat itu juga terjadi kesalapahaman (adu mulut) antara warga dengan Jamaah Tabliqh dan Jamaah yang ada didalam TPQ tersebut, karena Jamaah Tabliqh dan Jamaah yang ada di dalam TPQ beranggapan bahwa mereka akan diserang oleh sekelompok warga yang ikut bersama Lurah, padahal tujuannya Lurah hanya menanyakan terkait keberadaan Jamaah Tabliqh tersebut.

Atas kejadian itu, Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, SIK. dan Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos. tiba di TPQ Asy Suhada Aer Ujang dan langsung menenangkan keselapahaman antara sekelompok masyarakat dan Jamaah Tabliqh.

Situasi pun dapat ditenangkan kembali. Kapolres Bitung bersama Dandim 1310/Bitung serta Lurah Girian Permai bertemu dengan Jamaah Tabliqh dan pihak TPQ Asy Syuhada untuk meminta penjelasan terkait permasalahan tersebut.

Kapolres Bitung AKBP FX Winardi Prabowo, SIK. menyampaikan, kejadian tersebut terjadi karena adanya kesalapahaman sehingga terjadi pergerakan sekelompok masyarakat yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari kesalapahaman tersebut.

Lanjutnya, Saya sudah mengecek Jamaah Tabliqh yang ada tersebut, semuanya adalah warga Girian, warga kita juga yang beralamat di Girian. Mereka sudah memilki surat kesehatan dan sudah menjalani rapid test dan besok juga akan mereka akan melakukan rapid test terhadap sembilan Jamaah Tabliqh tersebut.

"Percayakan kepada kami TNI dan Polri dan kami menjamin terlaksananya keamanan di tempat ini khususnya Kota Bitung. Jangan terprovokasi terkait isu-isu yang tidak benar serta yakin dan percaya kita semuanya ingin agar Kota Bitung tetap aman," jelas Kapolres.

"Kita semua tidak mau ini terjadi untuk itu apa yang kita dengar terkait informasi tersebut jangan langsung ditanggapi dengan isu-isu yang belum tentu itu benar. Kami pihak keamanan baik TNI dan Polri siap menjamin setiap keberadaan warga negara dan menjamin keamanannya," tambah Kapolres.

Pada kesempatan itu, Lurah Girian Permai menjelaskan, ini semua terjadi karena adanya kesalapahaman sehingga menimbulkan reaksi karena informasi yang tidak benar. Mereka adalah warga kita juga, untuk itu mari kita sama-sama jangan sampai terjadi kesalahpahaman karena mereka merupakan warga Girian juga.

"Untuk itu kami sampaikan agar jangan ada provokasi dan mari jaga keamanan dan ketertiban di masyarakat khususnya Aer Ujang Kelurahan Girian Permai. Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kelurahan Girian Permai dan selalu menjamin keamanan bersama-sama dengan TNI/Polri," pungkas Lurah.

Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., dalam himbauannya mengatakan, Masalah agama sangat sensitif sekali di Kota Bitung untuk itu jangan mudah terprovokasi dan saya mengajak jaga keamanan, jika ada yang tidak sesuai laporkan kepada Perangkat Kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar segera diselesaikan.

"Jangan sampai hal tersebut terjadi pada kita contohnya di ambon dan lain-lain, untuk itu kalau ada permasalahan jangan langsung terpancing atau terprovokasi, segera koordinasikan dengan pihak terkait dalam hal ini pihak keamanan, nanti mereka yang akan menyelesaikan," tegas Dandim.

Situasi saat ini di TPQ Assy Suhada Aer Ujang Kelurahan Girian Permai Kecamatan Girian kondusif aman.

Turit hadir, Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos. (Dandim 1310/Bitung), AKBP FX Winardi Prabowo, SIK. (Kapolres Bitung), Ibu. Topsin Janis, S.Sos. (Lurah Girian Permai), Kompol Marganda Aritonang (Wakapolres Bitung), Kompol Doffie Rengkuan (Kapolsek Matuari), AKP Wayan Budiarta (Kapolsek Ranowulu), Lettu Inf Julen T. Kasiaheng (Danramil 1310-01/Bitung), AKP Jouce J. Meteng (Kasat Intel Polres Bitung), Letda Inf Adrie Malinti (Danunit Intel Dim 1310/Bitung), Letda Inf Lukas Lahama (Wadantim Intel Korem 131/Stg) dan Personel TNI-Polri 50 orang