Skrinews - PESISIR PANTAI PERO BATANG RUSAK AKIBAT TAMBANG LIAR.




KODI    NTT SKRINEWS.COM

Sejumlah warga melihat kolam sedalam empat meter akibat pengerukan pasir di Pantai Desa Pero Batang Kecamatan Kodi , Kabupaten  Sumba barat daya, 3  Prop Nusa tenggara tut(NTT)22 Mei  2020.

Sepanjang pesisir Pantai  Mara Kiyo, Desa  Pero Batang  , Kec Kodi Kabupaten  Sumba Barat daya , terhampar pasir Putih berkilauan. Pemandangan indah laut  bagian Barat  di  di Kodi ini  telah dikotori dengan “kolam raksasa” yang bertebaran di tepi pantai.

Kolam raksasa ini merupakan dampak penambangan pasir secara berlebihan. Penambangan disetujui oleh  Oleh Dominggus Dedi Kaka selaku Camat Kodi,Kabupaten Sumba Barat daya dengan dalih  untuk Mencari keuntungan  diri sendiri Lewat Pungutan  sebesar Rp.50.000/trek  yang Mengangkut Pasir . Pasir terus dikeruk setiap hari selama dari tahun  tahun  hingga meninggalkan lubang seluas lapangan sepak bola sedalam empat meter.

“Kolam ini  ke depannya akan mengakibatkan menelan korban. Mengundang Perumahahan.Warga tenggelam,   Ketika Ombak  naik ke daratn

LAHAN  warga setempat juga rusak karena dikeruk  Oleh Penambang pasir setiap hari, termasuk  lahan  yang di garap  selama bertahun-tahun.  – yang menjadi aktivis  Petani setempat tambang pasir  semakin Meraja lela

Tak hanya meninggalkan kolam, penambangan pasir juga mengancam  pemandangan pantai yang Indah   di pantai. Sejak ada aktivitas penambangan, mereka kesulitan mendapat  menikmati keindahan pantai.

Padahal biasanya  di pantai  mudah ditemui  keindahan di pesisir pantai  diDesa Pero batang rusak dikeruk untuk penambangan pasir sepanjang pesisir wisata Pasola,Liputan Tibo Skrinews).