Minsel."Suara Indonesia1.Com– Lembaga Permasyarakatan(Lapas) Kelas tiga Amurang, dalam menghadapi pandemi covid-19 (Virus Corona)terus melaksanakan pembinaan iman kepada warga binaan pemasyarakatan dan melaksanakan rutinitas rangkaian ibadah, untuk napi agama kristen dengan dibekali oleh Pendeta yang didatangkan dari Minahasa Selatan (Minsel) dan untuk napi yang agama muslim rutin dilaksanakan penyegaran iman oleh Ustadz
Dan untuk kunjungan ibadah hanya mendatangkan Pendeta 1 orang dan Ustadz 1 orang dan kunjungan untuk warga binaan pemasyarakatan belum bisa untuk tatap muka hanya bisa lewat Vidio Conference (Vicon) saja dan untuk barang barang titipan pasti sampai ke warga binaan yang bersangkutan "ucap Kalapas Amurang Fentje
Dari penjelasan Kepala Lapas(Kalapas)Amurang Fentje Mamirahi S.Pd Lewat media ini,Jumat(15/01/2021"sejak Pandemi covid -19 (Virus Corona) warga binaan kelas tiga Amurang menyibukan diri dengan pembekalan iman, selain itu Juga Kalapas Kelas tiga Amurang "Fentje Mamirahi S.Pd mengatakan ,mereka juga dibekali dengan berbagai ketrampilan seperti latihan memangkas rambut,membuat berbagai pernak pernik seperti pot bunga,rak bunga dan lain lain.Selain itu pada beberapa bulan kedepan para warga binaan juga akan belajar memproduksi minyak goreng serta akan memproduksi tempe di dalam lapas
Dan untuk kegiatan kemandirian pembuatan tempe dijadwalkan pada akhir bulan Januari ini,dengan narasumber dari Dinas Pertanian dan juga Perindustrian Minahasa Selatan (Minsel)
“Berhubung keterbatasan dengan adanya pandemi covid-19 ini,warga binaan kami isi dengan pembekalan iman,tentunya dibantu dengan para pendeta dan ustad yang kami datangkan dari wilayah Minsel.”ucap Kalapas Amurang "
Fentje
Perlu diketahui warga binaan kelas tiga Amurang saat ini sebanyak 216 orang dari berbagai kasus,sedangkan kapasitas untuk menampung lapas ini hanya untuk 182 orang saja.
Kalapas Fentje Mamirahi S.Pd mejelaskan kalau pihak mereka terus berusaha memberikan pelayanan prima kepada warga binaan tidak terkecuali keluarga yang besuk walau petugas lapas sendiri terbilang kurang.
“kami terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk para warga binaan pemasyarakatan peningkatan penjagaan serta memberikan mereka pelatihan pelatihan ekstra seperti teknik menanam,agar kelak jika mereka bebas dari Lapas nanti mereka bisa kembali menjadi masyarakat dengan memiliki bekal serta keahlian, profesi yang di peroleh dari lapas kelas tiga Amurang,”tutup Fentje Mamirahi S.Pd
(Aabdulsalam)





