Suaraindonesia1, Pohuwato - Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, hadiri sekaligus membuka kegiatan Rembuk Terbatas Dinas Pendidikan Pohuwato, dalam rangka mengevaluasi capaian pelaksanaan program dan kegiatan di tahun 2020, Selasa (09/02).
Dalam sambutannya, Syarif, menyampaikan pentingnya menaati Protokol Kesehatan (Protkes), apalagi pelaksanaan kegiatan ini masih dalam pandemi Covid-19. Tak lupa dirinya menitipkan pesan agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS), bersedia untuk di vaksin.
"Saya harap bapak dan ibu semuanya siap untuk divaksin. Jangan percaya informasi yang beredar yang hanya melemahkan niat baik pemerintah. Tidak akan mungkin negara ini pemerintahnya akan berniat jahat untuk masyarakat nya," ujar Syarif Mbuinga.
Syarif menambahkan, bahwa untuk Vaksin, Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Republik Indonesia telah mengeluarkan ketentuan yang mana Siswa dan guru termasuk dalam kriteria untuk divaksin.
"Kemarin sudah ada ketentuan terbaru dari kemenkes untuk siapa yang akan menerima vaksin, dari empat kriteria itu termasuk guru dan siswa," jelas Syarif Mbuinga.
Terakhir, Bupati Pohuwato, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 17 Februari 2021, ini bepesan kepada para guru dan tenaga pendidik untuk dapat membantu dirinya dalam hal mencerdaskan para penerus bangsa khususnya di Pohuwato.
"Saya menitipkan anak-anak pohuwato dan masa depannya. Karena merekalah yang akan membangun pohuwato kedepan," harap Syarif Mbuinga.
Pelaksanaan kegiatan ini sendiri menurut Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Lusiana Bouty, untuk memaksimalkan pelibatan publik dalam menyukseskan program prioritas pendidikan di Kabupaten Pohuwato.
"Pelaksanaan program ini untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, penyusunan bahan kebijakan pendidikan untuk lima tahun kedepan, serta meningkatkan kerja sama pemerintah dan publik dalam kegiatan pendidikan di Kabupaten Pohuwato," tutup Lusiana Bouty.
Abd. Azis


