Suaraindonesia1 - Kegiatan Pameran Arkeologi Resmi Di Buka Oleh Wabub Bolmut



BOLMUT, SUARAIDONESIA1__Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena M.AP Membuka Secara resmi kegiatan Pameran Arkeologi yang bertempat di aula Kantor Camat Kaidipang.

Turut Hadir Wakil Ketua I TP PKK Dra. Hj. Siti Safwania Lasena Djenaan, Kepala Balai Arkeologi Sulut, Wuri Handoko, M.Si, atau yang mewakili, serta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Bolmut Sulha Mokodompis S.Pd, M,Si, Sekcam Kaidiapang, Para Sejarawan dan Para Pelajar.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bolmut menyampaikan bahwa rasa terima kasih kepada segenap panitia pameran arkeologi khususnya kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut dan apresiasi saya sampaikan kepada Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara atas terselenggaranya kegiatan ini.

Kegiatan arkeologi di indonesia telah di lakukan sejak abad XVIII (delapanbelas), yaitu sejak kedatangan bangsa eropa ke indonesia dan terus berkembang sampai sekarang ini, kegiatan ini penelitian Arkeologi di Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi tengah dan Gorontalo memiliki potensi Arkelogi yang cukup besar, Fosil binatang purba ditemukan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, demikian juga peninggalan budaya austronesia ditemukan di tiga wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Tradisi megaletik merupakan peninggalan yang banyak ditemukan di sulawesi utara dan sulawesi tangah, peninggalan budaya dari masa kolonial banyak ditemukan di sulawesi utara, gorontalo dan beberapa di sulawesi tengah, demikian juga peninggalan yang bercorak islam banyak terdapat di gorontalo, sulawesi tengah dan sulawesi utara.

Dikatakan bahwa, Badan arkeologi sulawesi utara memiliki wilayah kerja di sulawesi utara, sulawesi tengah dan gorontalo, perlu kita pahami bersama kegiatan ini merupakan agenda pengenalan hasil penelitian arkeologi dan peradaban arkeologi di tiga provinsi, kepada masyarakat bolmut terutama kalangan para pelajar, dan stacholder yang berkaitan dengan sejarah dan purbakala yang bertujuan memberikan edukasi kultural khususnya nilai nilai sejarah masa lalu yang ada di sulawesi utara, sulawesi tengah dan gorontalo memberikan informasi dalam pelestarian dan pengembangan nilai sejarah dan budaya.

Merupakan tantangan besar dan membutuhkan dengan semua pihak, yang salah satu dukungan adalah peningkatan rasa peduli masyarakat untuk pentingnya menjaga cagar budaya dan nilai sejarah yang ada di sulawesi utara, melestarikan peninggalan warisan budaya yang ada dari dulu sampai saat ini.

Diakhir sambutannya berpesan bahwa, Jadi pameran ini semacam memperkenalkan ke publik tentang hasil penelitian arkeologi dan peradaban yang ada di sulawesi utara, sulawesi tengah dan gorontalo, banyak masyarakat yang belum memahami peran pentingnya cagar budaya sebagai kontes pembangunan sosial budaya dan dalam pameran cagar budaya itu merupakan bentuk awal modal pembangunan sosial budaya kepada masyarakat pameran ini adalah mengenalkan potensi potensi yang bisa di gerakan sebagai salah satu modal pembangunan sosial budaya, pelajar sebagai generasi penerus bangsa, yang diharapkan kedepan sebagai roh dari berkembangnya budaya itu menjadi modal sosial pembangunan budaya yang ada di kabupaten bolmut.


Fik M