Suaraindonesia1 - Terkait protokol Covid 19, Petinggi PT Pelni Sebut" Tempat Cuci tangan ada Didalam kamar Mandi.



Nasional-Suaraindonesia1.com.
Masah pandemi covid 19 masih terus berkepanjangan di kota Bitung, tentunya sampai dengan saat ini pemerintah kota Bitung masih terus berusaha melakukan pencegahan dengan bermacam- macam cara agar covid 19 tersebut dapat teratasi

Cara dan usaha pemerintah kota Bitung melalui dinas kesehatan untuk melakukan pencegahan dan memutuskan mata rantai covid 19, halnya dinkes mensosialisasi kepada masyarakat, agar dapat di vaksinasi hingga melakukan tiga M mencuci tangan memakai masker dan menjaga jarak hingga menjau tempat kerimunan, namun hal ini tidak di lakukan oleh pihak PT Pelni tersebut.


Terpantau oleh beberapa media pada saat pemuatan penumpang di kapal KM Labobar, pihak Pelni sudah tidak memakai standar Protokol Covid 19, pasalnya para penumpang yang akan menaiki tangga untuk masuk kedalam kapal tidak diarahkan untuk mencuci tangan di tempat yang disiapkan khusus untuk mencuci tangan, dan pihak Pelni pun tidak memberikan cairan pembersih tangan terlebih dahulu, Sabtu 13 Maret 2021.


Pihak Pelni juga tidak mengukur suhu tubuh para penumpang saat ingin memasuki kapal, dan pada saat bersamaan itu pula terjadi penumpukan atau kerumunan para penumpang yang berkisar 200 orang yang akan menaiki tangga kapal.

Ketika di konfirmasi kepada pihak Pelni yang berada di lapangan pada saat itu mengatakan, kalau sarana itu seharusnya di siapkan oleh pihak Pelindo namun kenyataannya profil tank untuk mengisi air dalam keadaan kosong tidak ada air dan sabun pencuci tangan yang di siapkan pihak Pelindo juga sudah tidak ada.



Itu semua kewenangan dari pihak Pelindo silahkan di tanyakan langsung ke pihak Pelindo, kami sudah menyiapkan tempat cuci tangan di dalam kamar mandi di atas kapal”, ucap Alfi Ringgi Allo salah satu petinggi yang ada di Pelni Cabang Bitung.

Saat ditanya lebih jauh salah satu petinggi Pelni ini (Alfi) langsung menunjukan sikap arogansinya dengan langsung pergi dan tidak lagi menjawab pertanyaan dari para Jurnalis yang mewawancarainya.

(Ji)