Suaraindonesia1 - Warga Empat Kampung di Kecamatan Bongan, Sebut Kerusakan Jalan 90% Hancur Akibat Pembalakan Liar Hutan


SuaraIndonesia1, Kutai Barat,Kaltim   -   Kerusakan sangat parah akses jalan poros menuju penghubung Ibu Kota Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menuju empat kampung saat ini  nyaris tak bisa dilintasi kendaraan roda empat maupun roda dua dan masyarakat empat Kapung  di pedalaman Kecamatan Bongan. Empat Kampung tersebut diantaranya Lemper, Deraya,Tanjung Soke, dan  Gerunggung.



Empat Kampung tersebut  berharap Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemkab Kabupaten Kutai Barat, Khususnya Aparat Penegak Hukum (APH) dan Instansi terkait Dinas Kehutanan segera menijau langsung kondisi jalan jalan tersebut. Dan segera melakukan perbaikan jalan serta menertibkan pembalakan liar hutan atau Ilegal Logging, supaya jalan  tidak rusak.

“Selama 20 tahun setelah pemekaran Kutai Barat Induknya Kabupaten Kutai Kartanegara, kami warga 4 Kampung hanya merasakan kerusakan jalan yang sangat parah pada akses jalan poros itu. 
Ditengah-Tengah badan jalan itu ratusan lubang bak kubangan kerbau apalagi jika musim hujan sulitnya masyarakat untuk sekedar belanja sembako dan untuk berobat jika ada warga ada yang sedang sakit,” jelasnya Ketua BPK Tanjung Soke kepada  SuaraIndonesia1.com, minggu (4/4/2021) melalui pesan Whastsapp.

“Kerusakan jalan tersebut mulai Gunung Jambul selepas semenisasi sampai KM 88 jalan tersebut yang dihancurkan oleh pembalakan liar hutan. Dari akses jalan Km 88 menuju Kampung Tanjung Soke juga sangat para akibat kurangnya perhatian pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat,” tambahnya
Dia menyebutkan beberapa tahun yang lalu perna ada perbaikan peningkatan badan jalan dari simpang Kampung Pering Taliq menuju KM 88. Namun kata dia, kala itu perbaikan tidak maksimal hingga akhirnya oknom kotraktor tersebut terjerat kasus hukum, karena dugaan kasus Korupsi peningkatan jalan tersebut.

“Sampai saat ini belum pernah ada perbaikan jalan lagi. Sampai saat ini belum ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi hanya beberapa saat yang lalu ada perbaikan jalan tapi hanya sekedar bantuan dari pemilik kebun sawit,” ujarnya
Ketua BPK menasmbahkan, menambahkan akibat kerusakan badan jalan tersebut membuat perekonomian masyarakat 4 Kampung tersebut tidak mengalami kemajuan. Meski ada hasil kebun Karet tidak bisa dijual atau dipasarkan ke Ibu Kota Kecamatan karena akses jalan yang rusak parah,
Mobil roda empat dan motor roda dua dan kendaraan jenis lainnya  nyaris tak bisa melintas saat musim hujan .

 Ratusan lubang berlumpur ditengah jalan menggagah sampai kedalaman 1,5 meter. Yang di kuatirkan bila ada warga yang sakit atau warga yang mau bersalin/ mau melahirkan, sangat fatal. Untuk dilarikan ke Rumah sakit akan memakan waktu ber-pulu jam bahkan bisa bermalam di jalanan hanya menuju Ibukota Kecamatan,” tuturnya.

“Kami berharap pemerintah segera dan secepatnya untuk memperbaiki kerusdakan jalan menuju 4 Kampung tersebut, dan instansi terkait Khususnya Dinas Kehutanan dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera menertibkan pembalakan liar hutan supaya akses jalan tidak selalu rusak, akibat kerusakan jalan masyarakat yang menderita,” tutupnya. (spr)*