Suaraindonesia1, Pohuwato - Perayaan Tumbilothe (Malam pasang lampu), di Kabupaten yang terletak di wilayah paling barat Provinsi Gorontalo yakni Pohuwato, dirayakan secara sederhana akibat peniadaan gelaran festival karena Pandemi Covid-19.
Tumbilotohe sendiri berasal dari bahasa Gorontalo, Tumbilo berarti memasang dan Tohe berarti lampu. Perayaan ini diselenggarakan pada tiga malam terakhir sebelum Hari Raya Idulfitri.
Zaman dahulu, perayaan Tumbilotohe dimaksudkan sebagai penerang jalan supaya masyarakat setempat yang ingin membayar zakat fitrah mudah berjalan ke masjid saat malam hari.
Tidak seperti tahun-tahun kemarin, kini perayaannya dilakukan secara sederhana. Seperti yang terlihat di Rumah Dinas Jabatan Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga.
Bupati saipul, bersama istri Ny. Selvi Mbuinga Monoarfa, didampingi Kepala Kemenag Pohuwato, Ust. Fahri Djafar, dan Bate Pohuwato, menyalakan deretan lampu botol tanda perayaan tumbilotohe malam pertama dimulai.
Walaupun berlangsung secara sederhana, namun esensi dari Tradisi yang sudah ada di Gorontalo sejak abad ke-15 ini tidak hilang. Walaupun saat ini dirayakan tanpa kemeriahan festival seperti biasanya.
"Kemeriahan festival ditiadakan akibat masih adanya Pandemi Covid-19, sehingga untuk menghindari kerumunan maka instruksi dari pemerintah pusat menjadi acuan bagi kita di daerah," ujar Saipul, Sabtu (08/05/2021).
Sehingga sebagai Kepala Daerah, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat, karena walau bagaimanapun kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas dan tanggungjawab pemerintah dalam penangan Covid-19.
"Permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, karena berbagai kegiatan tidak bisa dilaksanakan akibat menghindari wabah virus Corona. Sekali lagi kiranya ini menjadi perhatian bersama dalam rangka menjaga kesehatan kita masing-masing," tutur Bupati Saipul, usai menyalakan deretan lampu botol di halaman rumahnya.
Abd. Azis







