Dorong Peningkatan Investasi Pembangunan Dan Wisata di Papua Barat PJ Gubernur Paulus Waterpauw Mendukung

 



  



Redaksi:Rahman.Permata

suaraindonesia1.com Manokwari -Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw merespon bocoran Investasi  yang akan masuk di Papua Barat disampaikan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia

Menurut PJ Gubernur Paulus Waterpauw. semakin banyak investor maka otomatis akan memberikan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat setempat karena itu sejumlah investasi dan proyek startegis nasional yang dapat disampaikan Menteri Investasi, kata Kaka Besar (Paulus Waterpauw-red) pemprov papua barat pasti dukung.

Waterpauw mendukung kemudian dan selain mendorong menyampaikan percepatan pembangunan sejumlah Investasi termasuk pembangunan dua bandara di papua barat Bandara Rendani Manokwari dan FaK-Fak , dia juga memberikan atensi terkait investasi pakan ternak di kabupaten manokwari sebagai bagian dari rencana investasi di papua barat,

"Investasi pabrik pakan ternak di Manokwari yang sesungguhnya telah lama memiliki dokumen kajian dan tanah juga sudah clear demikian juga dengan beberapa prioritas lain yang telah kita buat,

Kami juga mendukung dan mendorong percepatan pembangunan pabrik pupuk kaltim di Kabupaten fakfak, Investasi pala di Fakfak-Kaimana, dan juga Bintuni, pupuk yang ada di fakfak perlu di dorong karena kami miliki data bahan baku banyak di fakfak dan juga di Kaimana.

Kemudian kami juga dukung potensi investasi Tambang Nikel di raja ampat yang kaya dengan potensi Wisata, serta danau anggi di pegunungan arfak serta wisata Triton di Kabupaten Kaimana, wilayah peternakan di Kebar, Bomberay dan juga Kabupaten Sorong.

Rencana Pembangunan Smelter di Kawasan KEK Sorong. sebagai pemerintah provinsi papua barat juga dukung dan mendorong adanya percepatan pembangunan di maksud, dan saat ini kami sedang mengoptimalisasikan Balai Latihan Kerja (BLK) dalam rangka menyiapkan SDM OAP Siap Pakai.dan masih banyak peluang investasi lainya yang akan kita identifikasi untuk kepentingan masyarakat", Urai Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw. (red)