Diduga Oknum Anak Kapala Desa yang memonopoli Proyek Kelompok Hanya Formalitas.



Pati,Suaraindonesia1  - Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3A-TGAI ) adalah program Padat Karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( Kementrian PUPR )  Kegiatan ini untuk Rehabilitasi, Peningkatan, atau Pembangunan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan secara mandiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air secara swakelola. 


Informasi yang di himpun di lapangan, diduga ada oknum Anak Kapala Desa Bernama Joko yang memanfaatkan dalam Pelaksanaan Program P3A-TGAI demi meraup keuntungan pribadi dengan menguasai seluruh bangunan  yang ada di Desa Mantingan  Kecamatan  Jaken Kabupaten  Pati Jawa Tengah. 



Saat awak media sidak di lokasi  bangunan  sangatlah di sayangkan,karena kualitas bangunan  sangat tidak sesuai dengan standar pekerjaan terutama terkait bahan material yang di gunakan mengunakan abu batu yang  di campur dengan  menurutnya pasir .bahkan bangunan yang sudah terpasang sangatlah rapuh seperti kurang semen 


Dari tiga titik lokasi anggaranya sangat fantastis hampir 600 juta tapi kenaapa  anggaran yang nilainya besar justru hanya di kerjakan asal asalan tanpa mementingkan kualitas bangunan demi jangka panjang.dan seolah olah ada pembiaran dalam pengerjaan ,dan dugaan ada kerjasama,karena program P3A TGAI  setiap melaksanakan ada Pendamping yang harus memantau pekerjaan sampai selesai serta mengawasi terkait kualitas bangunan.


Dalam pelaksanaan pun tidak ada papan informasi yang terpasang di lokasi proyek seolah  olah di sembunyikan sumber anggaran,jumlah anggarannya dari pantauan masyarakat.


Bahkan dalam  tenaga kerja pun hanya orang orangnya kepala Desa saja, yang tidak orangnya tidak boleh ikut untuk bekerja"aku wes nganggur sepuluh hari ape melu kerjo wae  tidak boleh,ben iso tak go tuku beras.ungkap masyarakat.


Salah satu ketua kelompok saat di konfirmasi juga menjelaskan bahwa dirinya  hanya formalitas dan di suruh kerja sama anak Kepala Desa Mantingan (joko),semua yang menghendel dirinya ."Saya hanya di suruh mengambil uang sama bendahara di Bank kemudian di minta Anak Kepala Desa,jadi semua yang melaksanakan juga dirinya semua,saya hanya sebatas kerja saja."terang Jamadi Ketua kelompok.(tr)