BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Si Jago Merah Kembali Lalap Rumah Adat di Kabupaten Sumba barat daya



Weewagha. Suaraindonesia1 -  pada hari Ini  Senin 18 september 2023 sekitar pukul 16.30 wita. Tepat di  lokasi dusun tiga desa totok kecamatan loura Sumba Barat Daya provinsi Nusa Tenggara Timur , masyarakat dari beberapa desa tetanggah kembali padati kampung weewagha dalam rangkah membantu para korban kebakaran salah satu unit rumah adat .


Unit rumah adat tersebut yang di lalap si jago merah adalah milik bapak Ngongo Routa Kii warga dusun tiga desa totok kecamatan loura kabupaten Sumba  Barat Daya NTT .



Berdasarkan data lapangan yang di himpun awak media ketika berada di lokasi kejadian bahwa unit rumah adat  tersebut yang ludes di lalap si jago merah adalah bersumber dari api dapur .


Sesuai penjelasan dari bapak Ngongo Routa Kii sebagai korban menyebutkan bahwa dirinya bersama istri dan anaknya  kaget melihat barah si jago merah serta lidah api yang tak dapat di bendung atau tidak dapat di antisipasi oleh sejumlah warga yang ingin membantu ketika mendengar suara minta tolong .



Juga berdasarkan data yang dihimpun awak media bahwa ludesnya sebuah unit rumah adat milik Ngongo Routa Kii, warga dusun tiga desa totok kecamatan loura Sumba Barat Daya bahwa segala isi rumah seperti jagung diperkirakan sekitar dua ton ludes , padi sekitar tiga karung barang ludes , pinang kering sekitar 200 kilo ludes ,  Alat Musik Adat berupa gong dua set ludes , parang dua batang ludes serta perabot dapur lainnya ludes dan tinggal pakaian di badan , ucapnya .


Ia menambahkan bahwa kejadian kebakaran yang dialaminya adalah yang kedua kalinya , dimana dalam penjelasannya menyampaikan bahwa kebakaran pertama terjadi pada tahun 2020 .


Kejadian kebakaran tahun 2020 secarah budaya saya sudah lakukan upacarah atau ritual adat ( pemulihan ) hinggah membangun kembali rumah yang telah ludes di lalap kala itu serta usai membangun secarah budaya pula kembali melakukan ritual .


Nah baru beberapa tahun di huni , terjadi lagi musibah yang tak di sangkah dengan tidak sedikitpun bahan makan seperti padi dan jagung yang dapat di selamatkan dan ini adalah kejadian yang kedua .


Oleh sebab itu menurutnya bahwa selagi masih bisa bergerak mencari nafkah serta menjalankan tanggungjawabnya dalam berkeluarga , Ngongo Routa Kii nyatakan bahwa tidak mengulangi lagi membangun rumah adat yang beratapkan alang , pungkasnya mengakhiri  (.Eman Ledu  & Tibo

« PREV
NEXT »