BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo Ungkap Kekecewaan Terkait Pedoman Ormawa





Gorontalo - SuaraIndonesia1. Aliansi Mahasiswa UMGO dalam hal ini gabungan dari berbagai Fakultas FKIP, Fakultas Psikologi, dan Fakultas FIS serta beberapa ketua Himpunan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo melakukan pertemuan langsung dengan pimpinan kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo. 


Adapun Pertemuan tersebut di sambut langsung oleh Wakil Rektor III Bapak Apris Ara Tilome, S.Ag,M.Si di gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Gorontalo." Senin ( 20/11/2023). ini merupakan ajang silaturahmi Aliansi Mahasiswa UMGO yang dalam hal ini mempertanyakan terkait aturan (Pedoman Kampus) yang dinilai telah membatasi Hak-Hak Demokrasi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo. 



Selain itu, Pertemuan ini berangkat dari kekecewaan Mahasiswa Terhadap Pimpinan Kampus UMGO terkait dengan (Aturan) Pedoman Kampus UMGO tentang batas semester (3-6) calon Presma dan Wapresma Universitas Muhammadiyah Gorontalo.

"Kami menilai Bahwa (aturan) Pedoman Kampus UMGO tentang batas semester Calon Presma dan Wapresma UMGO sangat cacat formil dan materil di sebabkan hanya melibatkan kesepakatan sepihak (Pimpinan), tapi tidak dengan kesepakatan Mahasiswa UMGO itu sendiri". Ucap Indra Mahmud, Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial.


akan tetapi Yang menjadi alasan dari pimpinan dalam hal ini Wakil Rektor III terkait (Aturan) Pedoman Kampus UMGO untuk pembatasan semester Calon Presma dan Wapresma, untuk  mempercepat Study Perkuliahan mahasiswa itu sendiri, bahkan menurut pertimbangan pimpinan organisasi dapat menghambat perkuliahan, hal ini disampaiakn secara langsung oleh Apris Tilome Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Gorontalo.


"Akan tetapi secara realita yang terjadi di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo, bahwa yang menjadi penghambat/Lamanya studi perkuliahan mahasiswa UMGO yakni kebijakan pimpinan kampus terkait persyaratan baca tulis Al-Qura'an sebagai syarat wisuda bukan Organisasi Mahasiswa". Ungkap Andika Dai, Ketua Aliansi Mahasiswa UMGO


Hakim Ismail, Ketua BEM Fakultas Psikologi juga menambahkan,

"Bahkan Sejatinya kalau alasan di batasinya semester untuk menjadi Presiden BEM UMGO karena organisasi yang menghambat studi, itu saya pikir keliru. Tidak ada data jelas yg menjelaskan organisasi menghambat studi, semua itu hanya berdasar asumsi, toh banyak aktivis organisasi yang lulus tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu yang ditentukan".


Aliansi Mahasiswa UMGO berharap agar pimpinan tidak dapat membatasi ruang gerak Mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya dalam berorganisasi, Sebagaimana perkataan bapak Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong,M.Pd, Jadilah Study Perkuliahan Sebagai tangan kananmu dan jadikanlah organisasi sebagai tangan kirimu. 


Penulis : Ayimun Sunga (Rilisan Aliansi Mahasiswa UMGO)

« PREV
NEXT »