Dinilai Gagal Tekan Inflasi di Daerah,Diduga Pj Bupati Intan Jaya Tidak Bekerja



Intan Jaya, Suaraindonesia1 - Setelah mendengar informasi dan keluhan dari beberapa aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Intan Jaya dan masyarakat.


Tim investigasi media Radar Berita Indonesia, berangkat dari Jakarta menuju Timika untuk melihat langsung kegiatan perkantoran pemerintah Intan Jaya.


Arief bersama tim kaget, kantor pemerintah pada tutup dan tidak ada pelayanan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya, Kota Sugapa. Disitulah kami heran kantor pemerintahan Intan Jaya yang begitu megah tapi tidak ada aktifitas sama sekali.



Selain itu, Tim Investigasi langsung menuju ke pasar tradisional mama, papua dan menemui beberapa masyarakat yang ada di pasar untuk mencari informasi harga sembako menjelang hari Natal dan tahun baru.


Beberapa masyarakat mengeluh tentang semua harga sembako pada mahal semua. Mulai dari harga minyak goreng perliter di harga Rp.50.000,- dan beras perkarung 10 Kg tembus di angka harga Rp.500.000,- harga supermi perbiji tembus diharga Rp.10.000,-.


Kami menemui pedagang dan menanyakan langsung tentang harga sembako. Menurut beberapa pedang katanya harga barang naik dikarenakan karna harga timbangan naik perkilo sekitar Rp.40.000-, ada juga masyarakat merasa sedih karna tidak ada satu pejabat daerah atau PJ Bupati yang melihat kondisi ini.


Masyarakat merasa sedih juga karena mau menyabut hari besar natal dan tahun baru tidak ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Intan Jaya. 


Menurut beberapa ASN yang kita temui di Kabupaten Intan Jaya, Kota Sugapa. Pejabat bupati setiap naik ke sugapa cuman paling lama 1 hari saja dan langsung turun ke Nabire.


Informasi dari masyarakat, Pj Bupati sudah membuat beberapa kantor perwakilan di Nabore, seperti kantor keuangan dan ada beberapa kantor lagi sudah dibuat di Nabire.


Melihat dari dekat Inflasi yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua Tengah. Tim redaksi menemukan kantor Bupati Intan Jaya dan kantor pemda sepi tidak ada pelayanan kepada masyarakat. 


Hal ini dibenarkan oleh beberapa staf ASN yang berada di Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.


Mereka mengatakan Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau, ST jarang berada disini kata staf ASN yang ada dan ditambah lagi ada benerapa Kantor Pemda dan ASN pindah ke Nabire dan di Nabire seperti Kantor Dinas Keuangan.


Dari pantauan media di lapangan,  menemukan perputaran dan kemajuan ekonomi masyarakat di Intan Jaya tidak berjalan bahkan masyarakat melakukan sistem barter karena pembelinya tidak ada.


Selama ini masyarakat belanja di pasar tradisional mama cuman aparat keamanan TNI-Polri disini dan beberapa pegawai dan kepala dinas yang sering berada di sugapa, kata salah seorang mama di pasar saat kami jumpai menuturkan.


Tidak adanya perputaran dan pertumbuhan ekonomi yang kurang mengakibatkan inflasi terjadi sepanjang 3/4 bulan belakangan ini.


Hal ini juga disebabkan karena mahalnya tiket pesawat dari Nabire Sugapa dan Timika Sugapa. Sebaliknya mengalami kenaikan harga secara sepihak oleh pihak maskapai.


Redaksi