Tidak Didukung Saat Pileg, Oknum Anggota DPRD SBD Fraksi PAN Tagih Kembali Bantuan Pokir Handsprayer

Bendahara Kelompok Tani analeko


Tambolaka, SuaraIndonesia1.Com , Oknum anggota DPRD SBD dari Fraksi PAN, Alfonsus Yamba Kodi (AYK), menagih kembali bantuan Pokir (pokok pikiran) berupa handsprayer dari kelompok tani Ana Leko di Desa Pero, Kecamatan Wewewa Barat. 

Hal tersebut diungkapkan bandara kelompok tani Ana Leko, Cornelia Arista Bouka, Jumat (8/3). 

"Saat itu saya hendak berkunjung ke rumah saudara yang kebetulan tetangga pak Alfonsus," ungkapnya. 

Saat itu AYK melihat dirinya dan memanggil dengan muka masam sambil marah-marah. 

"Percuma saya bantu kalian empat handsprayer tapi tidak ada satu suara pun untuk saya," jelas Arista menirukan ucapan AYK. 

Sesungguhnya bantuan handsprayer yang diterima kelompok tani Ana Leko dan diserahkan di kantor dinas pertanian tersebut berjumlah 14 buah sesuai yang diajukan dalam proposal. 

Tetapi setelah pulang dari kantor dinas pertanian cuma empat buah saja yang diberikan kepada kelompok tani Ana Leko. 

"Yang 10 buah ini saya mau bagikan untuk pendukung yang sudah memilih saya kali lalu, kamu cukup ambil yang 4 buah ini," kata AYK saat itu. 

Arista menjelaskan, permohonan bantuan handsprayer tersebut bukan inisiatif kelompok tani Ana Leko tapi ditawarkan sendiri oleh AYK. 

Awalnya saat mendatangi pengurus kelompok AYK menawarkan untuk mengajukan proposal bantuan hand traktor. 

Tetapi setelah beberapa waktu ia kembali mendatangi pengurus kelompok dan meminta agar permohonan proposal dirubah dari hand traktor menjadi handsprayer. 

"Kami ikut saja permintaannya dan membuat proposal baru dengan permohonan bantuan handsprayer," kata Arista lebih lanjut. 

Ia sebetulnya tidak mempersoalkan hal itu walau kemudian jumlah handsprayer yang diterima hanya 4 buah dari total sesungguhnya yang berjumlah 14 buah. 

Namun pihaknya tidak bisa menahan kecewa ketika AYK marah-marah dan meminta kembali 4 handsprayer tersebut hanya karena tidak mendapat dukungan suara saat pileg lalu. 

"Sebagai pengurus kelompok kami tidak keberatan mengembalikan 4 handsprayer itu, tapi harus di kantor dinas dengan berita acara seperti saat diserahkan pada tahun lalu,' ucap Arista. 

AYK yang dikonfirmasi media ini secara terpisah mengatakan jika telah terjadi miss komunikasi antara dirinya dengan salah satu pengurus kelompok. 

Menurutnya permasalahan itu akan diselesaikan secara keluarga. 

"Saya akan selesaikan dengan yang bersangkutan. Tolong jangan dimuat beritanya ya," katanya singkat. (eman/suaraindonesia1)