Bupati Pohuwato Hadiri Sidang Adat Penentuan 1 Ramadhan

Suaraindonesia1, Pohuwato - Melalui sidang adat "Tonggeyamo", Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato telah menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan 1445 H, Selasa (12/03/2024).

Pelaksanaan adat ini turut dihadiri Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, Seluruh Pimpinan OPD dan segenap perangkat adat Kabupaten Pohuwato.

Usai penentuan satu Ramadhan, selanjutnya akan dilaksanakan salat Tarwih awal Ramadan 1445 H pada Senin malam. 

Sebelum melaksanakan sholat Tarwih berjamaah, Bupati Pohuwato di jemput secara adat dari rumah dinas jabatan Bupati.

Proses adat yang dimaksud adalah penjemputan tauwa lo u lipu atau longohi tuwoto to yiladiya lo tauwa lo u lipu ma tumuwoto ngohui lo Ramadan atau memberi tanda kepada pemimpin daerah bahwa malam ini mulai masuk satu Ramadan. 

Bupati Saipul di jemput dari rumah jabatan menuju Masjid Agung Baiturahim Pohuwato oleh pemangku adat.

Setelah tiba di Masjid Agung, didampingi Bate loo Loopo to Pohuwato, Asmat N. Tuna, Kadhi Pohuwato, Drs. Syaiful Ali Sabu, dan Hakimu, Wisno Pakaya, S.Pd, Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga melakukan pemukulan beduk tanda dimulainya salah tarwih di awal bulan ramadan yang kemudian dilanjutkan oleh pemangku adat. 

Bupati Saipul mengatakan, pemukulan beduk ini adalah pertanda bahwa pada Selasa besok hari kita sudah masuk 1 Ramadan.

Dengan demikian, mulai Senin malam ini akan melaksanakan salat tarwih berjemaah di seluruh Kabupaten Pohuwato khususnya untuk umat muslim. 
Bupati menyampaikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperkuat hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. 

“Ramadan adalah saat yang istimewa bagi umat Islam di mana kita dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah dan introspeksi diri. Saya berharap bahwa bulan suci ini akan membawa kedamaian, kesucian, dan berkah bagi kita semua," ujar Saipul.

Selanjutnya, Saipul mengajak umat muslim untuk memakmurkan masjid dengan kegiatan amalia-amalia Ramadan serta kegiatan lainnya berupa pengajian.

"Manfaatkan dengan baik waktu yang ada, karena Ramadan tahun depan tidak bisa dijamin apa masih bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh rahmat dan berkah ini. Olehnya mari kesempatan yang ada benar-benar dimanfaatkan dengan memperbanyak amalia di bulan yang suci ini," pungkasnya.

(Abd)