Trouma Dengan Sekolah Tidak di Bayar Gaji Guru 3 Bulan di tahun 2023 Silam,!! Guru Tekon Pertanyakan SK




Tambolaka, SuaraIndonesia1 - Akibat  Pengalaman Pahit  yang di Alami Guru Tenaga Kontrak Daerah Yang sudah Kontongi SK BUPATI tahun 2023 tapi  dari Pimpinan /Kepala Sekolah di Beberapa Sekolah   Wilayahn Kabuapaten Sumba Barat daya   tidak di Bayar Upah/Gaji mereka 


Sehingga pada tahun 2024 ini  Pengalaman Pahit tidak Mau Alami hal yang sama


Maka Munculah Pertnyaan Kapan Bisa Kontongi SK BUPATI Tahun 2024?


Menurut  Pengakuan Tenaga Guru Kontrak Daerah  Pada tahun 2023


Kami tidak di bayar Gaji Satu Sen Pun dari Pimpinan/Kepala Sekolah ,selama Bulan April,Mei dan Juni tahun 2023 


Menurutnya Kepala Dinas Bupati,Dapat Tunjangan, Namun Saya Yang cuman Pengajar yang Berhadapan Dengan Debu Kapur, gaji Saya tidak di bayar ungkap beberapa Guru yang Namanya tidak mau di Mediakan


Gaji Saya   berdasarkan daftar gaji SK Bupati Sumba Barat daya , Saya  harus di bayar Rp.1650.000/ Bulan 


Untuk tiga  Bulan saya Kehilangan Gaji/Hak Saya Nominal  Rp.4950.000


Ya, Semoga di tahun 2024 ini saya Jangan Mengalami seperti itu ungkapnya dengan Kesal


 Pada hal Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya  bersama DPRD Kabupaten Sumba Barat daya Sudah Menjatuhkan palu Anggaran pada saat  Persidangan di Gedung DPRD Kabupaten SBD



Untuk  Perpanjangan SK  Bupati Tenaga Kontrak Daerah   Seperti tenaga Kependidikan  Guru ,tahun 2024 membutuhkan banyak tenaga guru berpendidikan S1, guna menunjang desa pintar dalam program 7 Jembatan Emas.

 Kalau sampai Kami Guru-Guru tidak diSejahterakan  bagaimana bisa  di Katakan Desa Pintar?


Sehingga Guru-Guru Yang Menantikan Nasib Mereka  pada Bertanya-tanaya,Kapan Bisa Kontongi Surat Keputusan (SK Bupati  Kabupaten Sumba Barat daya?)


Karena Mengingat tepat Pada Bulan April 2024 Tepatnya pada tanggal 2 April   belum.ada Kabar Yang Menggembirakan bagi tenaga Kependidikan  baik Tingkat Guru SD/SMP belum ada Kabar yang Menggembirakan  cecernya


Ketika itu disampaikan ke Sekertaris Daerah SBD  Fransiskus  Marthin Adi Lalo,S.Sos,  Ketika di Temui.Media Suaraindonesia1online dalam Perbincangangan di Ruang Kerjanya Rabu 3/4/2024 


Fransiskus Marthin Adi Lalo,S Sos.

Menjelaskan pada Media  SuaraIndonesia1 Bicara SK tenaga Kontrak Daerah Seperti Guru-Guru,dan Tenaga Kesehatan Masih dalamTahapan Proses Jawab Sekad Kabupaten Sumba Barat daya


Paling Bulan ink Bisah di terbitkan  jawab Sekda Kabupaten SBD


 Secara terpisah Beberapa Tokoh Masyarakat yang di Minta tanggapan ia Menjelaskan  jika Benar, Ada Kepala Sekolah  yang Melakukukan tindakan dengannCara Tidak Membayar Gaji  bawahannya 


Secara Pribadi Saya  tidak cocok jadi Pemimpin ,Masah Yang Menjadi Hak Orang ko tidak dikasih/tidak bayar ungkapnya



Padahal  sesuai Berita -Beriata Media yang saya baca Bupati Nelis  sudah menegaskan bahwa, kebutuhan tenaga kontrak guru ini merupakan masalah yang cukup mendesak bagi  kabupaten SBD, karena itu dia ingin kebutuhan guru semua sekolah terpenuhi.


“menurut berita Media pak  buapati Saat ini ada 1.839 sarjana pendidikan (S.Pd) yang belum bekerja, sedangkan angka tenaga kontrak yang kita sepakati bersama DPR hanya 483 sarjana yang diangkat menjadi tenaga kontrak," Mengulangi Pertnyaan Bupati.


Menurut  Tokokoh Masyarakat mengulangi Berita bupati katanya,Lebih jauh Bupati Nelis mengatakan, dengan didukung oleh kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), di tingkat Nasional, yakni lewat Dana BOS, 50 persennya boleh untuk tenaga Sumber Daya Manusia, maka setelah dihitung-hitung, dengan kebijakan itu, bisa diangkat 2.100 orang sarjana untuk tenaga guru. Kata Bupati yang saya baca lewat Media Online  kata Tokoh Masyarakat 


  Sambung  Tokoh Masyarakat (TOMAS)Bupati Nelis juga  sudah berjanji akan mengirim 4-5 orang sarjana ke desa-desa untuk membantu pemerintah desa dalam pengelolaan perencanaan pembangunan desa.


Menurut saya sebagai tokoh Masyarakat (TOMAS)Pak Bupati Juga Masih Banyak Kelemahan Bupati dr.Kornelius Kodi Mete,


Seandainya Pak Buapati tidak Membubarkan Pelopor Desa Malah Lebih Bagus,Karena Mengingat itu Janji Buapati pada Saat Kampanye Akabar di Beberapa Titik Kampanye 

(Liputan Tibo SuaraIndonesia1)