Ndara Tanggu Kaha Maju Sebagai Bakal Calon Bupati SBD Periode 2024-2029 . ""Dengan Prinsip Oikumene""




SBD - SuaraIndonesia1.Com , Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten SBD, Anthoneta Kura saat menyerahkan berkas tanda terima pendaftaran kepada bakal calon bupati Drs Ndara Tanggu Kaha disaksikan sekretaris partai, Adam Mone  dan sejumlah pengurus lain serta disaksikan sejumlah rombongan setia Ndara Tangguh Kaha .


Drs Ndara Tanggu Kaha beberapa purnama terlewatkan sudah banyak hal yang ia sudah lakukan didalam melaksanakan tugas pelayanan sebagai wakil bupati Sumba Barat Daya 2018 lalu . 


Saat ini pada moment kanca politik pemilihan kepala daera 2924-2029 Drs Ndara Tanggu Kaha kembali dan memutuskan untuk maju mencalonkan diri dalam moment perhelatan politik 20242029 sebagai SBD1 .


Nekad seorang mantan wakil bupati SBD pada periode 2014-2019 dan kembali maju tahun ini diwujudkan dengan melakukan pendaftaran pada beberapa partai tertanggal 30 april 2024 yang berlangsung di sekretariat DPC partai Gerindra ( 30/4/2024 ) .


Saat mendaftar di sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten SBD, DT menegaskan untuk setia merawat keharmonisan dan kesejukan bagi rakyat Loda Wee Maringi Pada Wee Malala yang berlatar belakang majemuk .


Menurutnya tanpa keharmonisan dan kedamaian kita pasti kesulitan dalam membangun daerah ini dan kita harus melaksanakan pesta Demokrasi dengan penuh Aman, Damai dan Gembira , ungkapnya .  


Oleh karena itu dari berbagai kader bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati yang sudah mendaftarkan diri pada beberapa partai jika ada yang terakomodir lolos pencalonan sesua hasil survai partai semoga menjadi fondasi perubahan di kabupaten Sumba Barat Daya demi kemajuan daera .


Ndara Tanggu Kaha ketika diwanwanca sejumlah media kaitan pasangan dalam mengadu politik beberap purnama lagi yang berlangsung di sekretariat DPC partai Gerindra , DT menyampaikan ,  dalam mencari figur bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya dengan santai ia menyebut  " tetap teguh pada prinsip oikumene "


Dikatakan bahwa dirinya berpanutan pada prinsip oikumene, dan tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri dalam hal ini memadukan keinginan dalam tenggang waktu yang singkat , apalagi kalau sampai berhadapan dengan pet kosong sesuai pengalaman saya , ungkapnya .


Dirinya mengimbau agar rakyat diberi kebebasan dalam menentukan figur potensial yang merupakan pilihannya dalam kontestasi yang demokratis dan kompetitif pada perhelatan yang kita nantikan bersama beberapa purnama lagi .


Disebutkan bahwa Jangan sampai berpikir untuk meniadakan pesaing dan  bisa saja nanti keok dengan kotak suara kosong,idealnya jika sudah terpenuhi syarat minimal jumlah kursi partai, biarkan kursi tersisa digunakan kontestan lain sehingga makin banyak figur yang ikut persaingan semakin bagus dan tambah ramai karena penentu ada segalanya ada di tangan masyarakat , ungkapnya saat memberikan tanggapan kepada sejumlah media .............Eman ( SI.Com ).