AMBON, suaraindonesia1.com – Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Al-Mujahidin A.M. Sangadji Ambon, Safarrudin Lakesubun, secara tegas mendesak Kapolda Maluku untuk mengambil tindakan cepat guna menangkap pelaku pembacokan yang terjadi di wilayah Maluku. Desakan ini disampaikan menyusul belum adanya kejelasan penanganan kasus tersebut yang dinilai dapat mengancam ketertiban dan keamanan masyarakat.
Dalam pernyataannya yang diterima redaksi, Safarrudin Lakesubun menyoroti betapa seriusnya dampak dari kasus kekerasan brutal semacam ini. Ia menegaskan bahwa kelambanan dalam penanganan bukan hanya menghambat proses hukum, tetapi juga berpotensi memicu gejolak dan konflik sosial di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin Maluku menjadi daerah yang kembali terguncang oleh konflik. Jangan sampai masyarakat mengambil langkah sendiri karena aparat tidak cepat bertindak,” tegas Safarrudin, menekankan pentingnya langkah pre-emptif dari kepolisian.
Lebih lanjut, Safarrudin menjelaskan bahwa setiap aksi kekerasan, terutama yang dilakukan secara brutal, meninggalkan dampak psikologis yang mendalam dan menciptakan kegelisahan di tingkat publik. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, hal tersebut dapat mengikis kesabaran masyarakat dan berujung pada ketegangan bahkan bentrok antar kelompok.
Oleh karena itu, sebagai perwakilan dari mahasiswa, ia mendesak agar Polda Maluku segera mengoptimalkan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Tindakan yang cepat dan transparan dari aparat keamanan dinilai sangat krusial untuk memulihkan rasa aman, menegakkan keadilan, dan mencegah eskalasi yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Polda Maluku mengenai desakan ini. Masyarakat dan civitas akademika UIN A.M. Sangadji Ambon berharap agar pihak kepolisian segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kasus ini.
(JO)



