GORONTALO UTARA - SuaraIndonesia1.com, Perjalanan panjang penuh pengabdian seorang guru kembali menjadi sorotan publik di Gorontalo Utara. Nenci Banini, guru SDN 7 Biau Kecamatan Biau, di momen memperingati hari ulang tahun ke-80 PGRI, akhirnya nenci banini menerima pengakuan yang di apresiasi langsung oleh Bupati Gorontalo utara, Thariq Modanggu, atas dedikasinya setelah lebih dari 12 tahun berjuang tanpa kepastian status.
Kisahnya menghadirkan nuansa haru, menggambarkan betapa beratnya perjuangan tenaga pendidik di daerah terpencil yang tetap bertahan demi anak-anak bangsa.
Sejak tahun 2012, Nenci dan Kepala Sekolah SDN 7 Biau, Rusmin Abdul Adam, tidak pernah berhenti mengupayakan pengusulan administrasi ke Dinas Pendidikan, hampir setiap minggu pihak sekolah melakukan komunikasi, namun jawaban yang diterima selalu sama dari Dinas Pendidikan, yaitu menunggu edaran, menunggu informasi, hingga proses tersebut tak kunjung berjalan, tahun demi tahun berlalu tanpa kepastian, namun pengabdian itu tetap ia lakukan dengan sabar dan tekad.
Harapan baru muncul ketika Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Biau. Pada kesempatan itu, Nenci memberanikan diri bersilaturahmi dan memperkenalkan diri secara langsung. Momen singkat itu menjadi titik terang yang membuka jalan bagi Nenci untuk memperoleh kejelasan status kerja.
Rasa haru itu semakin dalam ketika ia menerima penghargaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara yang diserahkan langsung oleh Bupati, Thariq Modanggu, dalam piagam penghargaan yang ia terima, tertulis pengakuan atas dedikasi dan kontribusi pentingnya di SDN 7 Biau, khususnya sebagai Operator Sekolah.
Piagam tersebut dikeluarkan sebagai apresiasi karena Nenci dinilai berhasil menjalankan peran penting dalam pengolahan data Dapodik, berpartisipasi dalam Persiapan Asesmen Nasional Tahun 2023, serta mendukung ketuntasan Pendataan Satuan Pendidikan tingkat Kabupaten Gorontalo Utara.
Di dalam piagam itu juga tertulis bahwa penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara, sebagai bentuk penghormatan atas loyalitas dan kerja keras yang telah ia berikan dalam kondisi serba keterbatasan, dengan penuh rasa haru, Nenci menyampaikan ungkapan syukurnya.
“Alhamdulillah, meskipun saya tidak tercover dalam pengusulan paruh waktu, saya sangat bersyukur dengan adanya Pak Bupati yang dengan rendah hati memberikan saya penghargaan SK paruh waktu sementara,”ujarnya (25/11/2025).
Penghargaan itu bukan sekedar selembar piagam baginya, melainkan simbol pengakuan atas perjuangan panjang, kesabaran, dan pengabdian yang tidak pernah padam, kisah Nenci Banini menjadi pengingat bahwa masih banyak tenaga pendidik di pelosok daerah yang berjuang dalam kesunyian, namun tetap setia menjalankan amanah mencerdaskan generasi bangsa.
Dengan adanya perhatian pemerintah daerah, harapan baru tumbuh bagi para guru yang masih menanti keadilan administrasi dan pengakuan yang selayaknya mereka terima, terkhusus Nenci Banini.
(Reporter: Opan Luawo)


