BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Presiden BEM UNBITA Tegaskan: Narasi Distorsif Terhadap Gerakan Mahasiswa Harus Diluruskan


GORONTALO, suaraindonesia1.com
— Menanggapi pemberitaan di salah satu media yang mengaitkan keluarnya seorang menteri BEM UNG dengan istilah “sekilas mirip HMJ” hingga “carut-marut demokrasi BEM Provinsi Gorontalo”, Presiden BEM UNBITA menyampaikan keberatan sekaligus meluruskan narasi yang dinilai menyesatkan dan berpotensi merusak citra gerakan mahasiswa secara luas.


Presiden BEM UNBITA menegaskan bahwa pemberitaan tersebut mengandung generalisasi berlebihan dengan menjadikan satu dinamika internal tertentu sebagai representasi kondisi keseluruhan BEM di Gorontalo.


“Gerakan mahasiswa itu sangat beragam. Mekanisme di BEM-BEM kampus lain jelas berbeda. Mengambil satu contoh lalu menuduh BEM Provinsi mengalami carut-marut demokrasi adalah kesimpulan yang tidak adil dan tidak berbasis data,” tegas Presiden BEM UNBITA.


Pemberitaan tersebut tidak hanya menciptakan stigma negatif bagi BEM UNG, tetapi juga dapat menjatuhkan marwah seluruh organisasi mahasiswa yang sedang bekerja menjalankan fungsi kontrol sosial dan advokasi publik.


“Kerja keras ribuan mahasiswa yang menjaga integritas organisasi jangan digiring pada kesan seolah-olah BEM Provinsi identik dengan konflik internal. Ini tidak benar dan berbahaya bagi citra mahasiswa secara kolektif,” tambahnya.


Presiden BEM UNBITA juga menilai bahwa media seharusnya menjaga etika jurnalistik, memberikan ruang klarifikasi, serta menghindari framing yang tidak didukung fakta komprehensif.


“Kami menghargai kritik, tetapi kritik harus berbasis data, bukan sekadar kesan sepihak. Media punya peran strategis membangun iklim demokrasi kampus, bukan memperkeruhnya dengan narasi yang tidak proporsional,” ujarnya.


“Kami di BEM UNBITA berkomitmen menjalankan organisasi dengan integritas dan akuntabilitas. Jika ada persoalan di tempat lain, biarkan diselesaikan secara internal dengan mekanisme yang benar tanpa menyeret nama BEM lain,” jelasnya.


Dalam penutupnya, Presiden BEM UNBITA menyerukan agar publik dan media lebih arif dalam membaca situasi organisasi mahasiswa dan tidak mudah terprovokasi oleh generalisasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.


“Gerakan mahasiswa adalah pilar penting demokrasi. Jangan biarkan misinformasi melemahkan suara mahasiswa. Kalau ada masalah, mari selesaikan dengan dialog, data, dan itikad baik,” tutup Presiden BEM UNBITA.


(JO)

« PREV
NEXT »