BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

FORUM PEMUDA KEADILAN GORONTALO (FPKG) SERUKAN AKSI SEGEL BANK BNI DAN DESAK COPOT KAPOLRESTA GORONTALO KOTA


KOTA
GORONTALO, suaraindomesia1.com – Eskalasi ketegangan pasca-insiden bentrokan dalam aksi unjuk rasa di depan Bank BNI Cabang Gorontalo pada Senin (12/01/2026) memicu amarah besar dari kalangan aktivis mahasiswa. Pimpinan Front Pemuda Keadilan Gorontalo (FPKG), Fahrul Wahidji, secara tegas menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar guna menyegel kantor Bank BNI dan menuntut pencopotan pimpinan kepolisian setempat.


Kronologi dan Pemicu Konflik


Konflik ini merupakan buntut dari Aksi Demonstrasi Jilid 8 yang menuntut keadilan atas lelang rumah milik warga yang dinilai sepihak oleh Bank BNI. Situasi semakin memanas akibat adanya dugaan penghinaan verbal yang dilontarkan oleh Pimpinan Cabang Bank BNI Gorontalo terhadap massa aksi.


"Kami datang dengan membawa jeritan rakyat yang kehilangan tempat tinggalnya, namun disambut dengan arogansi. Ucapan hinaan dari oknum Pimpinan Cabang BNI kepada mahasiswa adalah pelecehan terhadap intelektualitas dan perjuangan kami," tegas Fahrul Wahidji.


Kecaman Terhadap Pembiaran oleh Aparat


Fahrul menyayangkan sikap represif dan pembiaran yang dilakukan oleh aparat Polresta Gorontalo Kota. Saat aksi berlangsung, muncul sekelompok massa yang mengatasnamakan "masyarakat setempat" yang melakukan penghadangan, intimidasi, hingga pemadaman ban bekas yang dibakar mahasiswa.


Bentrokan fisik hampir pecah ketika kelompok tersebut merangsek masuk dan mengusir mahasiswa dengan dalih keamanan. Ironisnya, aparat kepolisian yang berada di lokasi diduga hanya menonton dan membiarkan mahasiswa dipukul mundur oleh oknum-oknum tersebut.


"Kami bergerak berdasarkan SOP dan aturan undang-undang yang berlaku. Namun, polisi justru membiarkan massa tak dikenal menghadang kami. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap tugas kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat," ujar Fahrul dengan nada geram.


Tuntutan Utama: Copot Kapolresta Gorontalo Kota


Menyikapi kegagalan pengamanan tersebut, FPKG mengeluarkan pernyataan sikap tegas yang ditujukan langsung kepada Kapolda Gorontalo:


1. Mendesak Kapolda Gorontalo segera mencopot Kapolresta Gorontalo Kota, Kabag Ops, hingga Kasat Intel Polresta Gorontalo Kota atas dugaan pembiaran kekerasan dan gagal menjaga kondusifitas aksi.

2. Menuntut Pimpinan Cabang Bank BNI Gorontalo meminta maaf secara terbuka atas dugaan penghinaan terhadap mahasiswa dan segera menghentikan proses lelang yang dinilai cacat prosedur.

3. Menginstruksikan seluruh elemen mahasiswa untuk bersiap dalam aksi "Penyegelan Bank BNI" dalam waktu dekat sebagai bentuk mosi tidak percaya.


Seruan Aksi Lanjutan


Fahrul memastikan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.

"Jika aspirasi kami tidak didengar, kami akan melumpuhkan titik vital di Kota Gorontalo. Kami akan mengepung Polresta dan menyegel Bank BNI. Ini bukan lagi sekadar soal lelang rumah, tapi soal harga diri rakyat dan mahasiswa yang diinjak-injak," tutupnya.


Reporter: Jhul-Ohi

« PREV
NEXT »