BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Mahasiswa IAIN Gorontalo Kecam Pembangunan Dapur MBG di Pone: "Dibangun Tergesa-gesa dan Tak Sesuai Spesifikasi"


KABUPATEN GORONTALO, suaraindonesia1.com – Kritik keras terhadap Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, dilontarkan kalangan mahasiswa. Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Melki Mahrhaba, angkat bicara terkait pembangunan dapur yang dinilai tidak sesuai standar.


Ketua DEMA FEBI, Melki Mahrhaba, memberikan kritik tajam terhadap dapur MBG di Pone, Kabupaten Gorontalo, tersebut.


"Kami melihat dapur MBG tersebut terkesan dibangun secara tergesa-gesa sehingga tidak sesuai spesifikasi yang berlaku," ucap Melki.


Lebih lanjut, ia memaparkan temuan di lapangan. "Temuan kami di lapangan memperlihatkan bahwa dapur MBG di Pone tidak memiliki drainase yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tentu ini sangat berbahaya terhadap lingkungan sekitar."


Melki menekankan pentingnya sistem drainase dalam menunjang higienitas. "Kita ketahui bersama bahwa drainase ini sangat penting untuk menjaga higienitas dan menyalurkan limbah cair dari proses pengolahan makanan. Akan tetapi, limbah dari hasil pengolahan dapur MBG di Pone tidak memiliki kejelasan terkait dengan aliran pembuangannya. Jangan sampai pembuangan limbah ini malah dibiarkan oleh pengelola dapur MBG tersebut, karena dampaknya adalah lingkungan dan masyarakat sekitar. Ini baru persoalan drainase, belum masuk ke standarisasi penggunaan IPAL yang kami duga juga bermasalah di MBG tersebut."


Tidak hanya persoalan infrastruktur, Melki juga mempertanyakan terkait pengeluaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di dapur tersebut. Menurutnya, sertifikat SLHS bisa keluar ketika dapur MBG sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, bukan diberikan ke dapur MBG yang dibangun secara asal-asalan.


Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera bergerak. "Kami akan segera mendatangi DPRD Kabupaten Gorontalo dan Pemerintahan Daerah untuk meminta pembentukan tim investigasi dan audit terhadap dapur MBG di Pone, Limboto Barat. Ketika benar sesuai dengan temuan kami, maka desakan untuk pemberhentian operasi dapur MBG tersebut akan kami kampanyekan," tutup Melki.


– JHUL –

« PREV
NEXT »