JAKARTA, suaraindonesia1.com – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor di era transformasi digital, Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (BPP PERMIKOMNAS) melaksanakan kunjungan audiensi resmi ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Kunjungan yang berlangsung pada Senin, 23 Februari 2026, ini bertujuan untuk membangun dialog strategis seputar penguatan literasi digital, pengawasan penyiaran, serta tantangan konvergensi media antara platform konvensional dan digital.
Rombongan PERMIKOMNAS diterima langsung oleh Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, beserta jajaran anggota KPI, termasuk Anggota KPI Pusat Bidang Pengawasan Isi Siaran, Aliyah. Dalam pertemuan tersebut, Ubaidillah mengapresiasi inisiatif PERMIKOMNAS yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap ekosistem penyiaran nasional.
"Kami menyambut baik perhatian dari adik-adik PERMIKOMNAS. Saat ini, kewenangan KPI masih terfokus pada pengawasan isi siaran televisi dan radio. Sementara pengawasan terhadap platform digital dan media sosial belum sepenuhnya menjadi ranah kami. Ketimpangan regulasi antara media konvensional dan digital menjadi isu krusial yang harus terus didorong dalam diskursus kebijakan nasional," ujar Ubaidillah.
Ia menambahkan bahwa revisi regulasi penyiaran dinilai mendesak untuk dilakukan agar kebijakan yang ada lebih adaptif terhadap realitas konvergensi media dan percepatan teknologi informasi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PERMIKOMNAS, Fadli, memaparkan sektor fokus organisasinya dalam mencetak talenta digital unggul. Program tersebut mencakup pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber (cyber security), analisis data (data analyst), rekayasa perangkat lunak, hingga multimedia.
"Kami tidak hanya bergerak di ranah pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga melakukan aksi preventif. Menyikapi maraknya kejahatan siber seperti judi online dan phishing, kami tengah mengembangkan sistem bot yang mampu memblokir secara otomatis situs-situs berbahaya sebelum sempat beroperasi luas di Indonesia," jelas Fadli.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut direncanakan akan dikolaborasikan dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya setelah sistem siap diimplementasikan. Selain itu, PERMIKOMNAS juga menggagas Gerakan Literasi Digital Nusantara yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sebagai agen edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan kecakapan digital masyarakat.
Meski diskusi mengenai pengawasan media digital masih memerlukan kajian lebih lanjut, KPI menawarkan ruang partisipasi konkret bagi mahasiswa. Aliyah, Anggota KPI Pusat Bidang Pengawasan Isi Siaran, menawarkan keterlibatan mahasiswa PERMIKOMNAS dalam program Sekolah P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran). Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman langsung mengenai regulasi penyiaran serta mekanisme pengawasan yang dijalankan KPI.
Menanggapi tawaran tersebut, PERMIKOMNAS mengusulkan penguatan peran mahasiswa dalam pengawasan partisipatif, penguatan literasi digital masyarakat, serta pengembangan model pengawasan penyiaran berbasis teknologi digital.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi berkelanjutan antara KPI dan PERMIKOMNAS. Kolaborasi ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif konten media sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda di tengah derasnya arus transformasi digital.
Reporter: Jhul-Ohi


