BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

TMMD 127, Menguatkan Desa dan Menghangatkan Hati Anak-Anak Papua



KEPULAUAN YAPEN-Suaraindonesia1.com. Di tengah padatnya kegiatan pembangunan fisik dalam program TMMD ke-127 Kodim 1709/Yawa, terselip momen hangat yang menyentuh hati di Kampung Rembai, Distrik Wonawa, Kabupaten Kepulauan Yapen.Rabu(18/02/2026).


Adalah Serda Ardo Amsamsyum, salah satu personel Satgas TMMD, yang meluangkan waktu istirahatnya untuk berkumpul bersama anak-anak kampung. Di sela kesibukannya membantu percepatan pembangunan, ia memilih duduk bersama mereka, membagikan permen, serta mengajak bernyanyi lagu-lagu sekolah minggu dengan penuh keceriaan.


Suasana yang awalnya sederhana berubah menjadi penuh tawa dan kebahagiaan. Anak-anak yang biasanya hanya melihat para prajurit bekerja kini bisa merasakan kehangatan dan kedekatan secara langsung. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti setiap lagu yang dinyanyikan, bahkan tak sedikit yang berebut ingin duduk lebih dekat dengan “Om Tentara” yang ramah tersebut.


Serda Ardo mengatakan bahwa kebersamaan dengan anak-anak merupakan bagian dari pengabdian yang tak kalah penting dari pembangunan fisik.


“Melihat mereka tersenyum dan tertawa itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kehadiran TNI melalui TMMD bukan hanya membangun rumah atau infrastruktur, tetapi juga membangun kedekatan dan harapan bagi generasi muda,” ungkapnya.


Menurutnya, anak-anak adalah masa depan Kampung Rembai. Dengan memberikan perhatian kecil seperti bermain dan bernyanyi bersama, diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat mereka untuk terus belajar dan bercita-cita tinggi.


Kehadiran Satgas TMMD di Kampung Rembai memang membawa dampak nyata, bukan hanya dalam bentuk bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga dalam jalinan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Interaksi hangat seperti yang dilakukan Serda Ardo menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari.


Di Kampung Rembai, Distrik Wonawa, tawa anak-anak yang menggema sore itu menjadi saksi bahwa pengabdian sejati tidak hanya tentang kerja keras, tetapi juga tentang ketulusan hati.

« PREV
NEXT »