BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Kecam Keras Klarifikasi Kopi Kenangan: Aktivis Nilai Alasan Sewenang-wenang


GORONTALO, suaraindonesia1.com – Aktivis masyarakat, Andika Wijaya, mengecam keras klarifikasi yang disampaikan oleh manajemen Kopi Kenangan Cabang Gorontalo terkait penggunaan mushola di outlet mereka sebagai gudang. Ia menilai sejumlah poin dalam klarifikasi tersebut janggal dan tidak dapat diterima oleh publik.


Dalam keterangannya, Andika menyoroti tiga kejanggalan utama dalam pernyataan resmi Kopi Kenangan:


1. Pihak manajemen menyebutkan bahwa ada arahan untuk menempatkan barang sementara waktu di dalam mushola. Menurutnya, hal ini justru memunculkan pertanyaan baru, yakni siapa yang memberikan arahan tersebut.

"Kalau memang seperti itu, berarti masalahnya ada pada orang yang mengarahkan. Ini menunjukkan adanya kesalahan prosedur yang sistematis," tegasnya.

2. Kopi Kenangan menyebut bahwa outlet Gorontalo merupakan yang terbesar di Sulawesi. Andika mempertanyakan logika di balik pernyataan tersebut.

"Jika memang outlet terbesar, mengapa sampai menggunakan mushola sebagai gudang, bahkan helm karyawan pun ada di dalamnya? Padahal, Kopi Kenangan memiliki tempat parkir dan petugas parkir yang seharusnya bisa mengelola ruang dengan lebih baik," ujarnya.

3. Pihak Kopi Kenangan juga beralasan bahwa saat kejadian, operasional sedang sibuk. Aktivis ini menilai alasan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai kesakralan rumah ibadah.

"Terlihat sebegitu rendahnya rumah ibadah dijadikan gudang hanya dengan alasan sibuk. Ini alasan yang tak masuk akal dan mencederai rasa hormat kita terhadap tempat suci," tambahnya.

Andika Wijaya mengingatkan agar pihak perusahaan tidak memberikan klarifikasi yang hanya bersifat formalitas tanpa ada itikad baik. "Jangan memberikan klarifikasi yang tak bisa diterima oleh publik. Kalau memang salah, silakan minta maaf. Jangan hanya klarifikasi, tapi di dalamnya tidak tertuang permintaan maaf yang tulus kepada publik," tegasnya.


Lebih lanjut, aktivis tersebut mendesak Pemerintah Kota Gorontalo, khususnya Wali Kota Gorontalo, untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia meminta agar sanksi administratif diberikan kepada manajemen Kopi Kenangan Gorontalo atas insiden tersebut.


"Kami mendesak Pemerintah Kota Gorontalo untuk segera memberikan sanksi kepada pihak Kopi Kenangan Gorontalo. Kalau perlu, ditutup saja Kopi Kenangan Gorontalo. Toh hari ini sudah banyak tempat kopi ternama di Gorontalo yang lebih menghargai tempat ibadah dan norma-norma yang berlaku di Bumi Serambi Madinah. Kita akan sambut hangat dan ramaikan gerai kopi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan kesakralan rumah ibadah," pungkasnya.


Reporter: Jhul-Ohi

« PREV
NEXT »