BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Diduga Terorganisir


Jakarta – Suaraindonesia1, Mantan penyidik KPK, Novel Baswedan, menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, bukan tindakan spontan. Ia menduga aksi tersebut telah direncanakan dan melibatkan pelaku yang bergerak secara terorganisir.


Menurut Novel, pola serangan yang terlihat dari rekaman CCTV menunjukkan adanya koordinasi di lapangan. Ia menyebut para pelaku tidak sekadar datang secara acak, melainkan memiliki peran masing-masing saat melakukan penyerangan. 


“Dari CCTV terlihat bahwa pelakunya terorganisir. Ada pola tertentu ketika mereka melakukan serangan,” ujar Novel (13/3).


Ia juga menilai penyiraman air keras ke bagian wajah korban menunjukkan niat serius yang berpotensi menghilangkan nyawa atau setidaknya menyebabkan cacat permanen. 


Novel meminta aparat penegak hukum tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas agar tidak menjadi preseden buruk bagi keamanan para pembela hak asasi manusia di Indonesia. 


Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Saat itu, Andrie diketahui baru saja selesai melakukan kegiatan diskusi dan rekaman siniar terkait isu hukum dan militerisasi. 


Sejumlah pihak dari kalangan masyarakat sipil mengecam keras peristiwa tersebut dan menilai serangan itu sebagai bentuk teror terhadap aktivis HAM. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. 


Kasus ini kembali menyoroti keamanan para aktivis di Indonesia, terutama mereka yang aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM dan kebijakan negara.

« PREV
NEXT »