Suaraindonesia1, Petrus Kristofe Maniburi, yang akrab disapa Peki, adalah sosok anak muda yang lahir di Urfas pada 9 Januari 1999. Ia tumbuh dari keluarga sederhana, anak dari pasangan Yosep Maniburi dan Ibu Adina Ruatakurei sebuah keluarga yang hidup dalam nilai pelayanan dan kesederhanaan.
Sejak kecil, Peki telah ditempa dalam kehidupan rohani. Ia dibesarkan sebagai anak seorang hamba Tuhan yang melayani di daerah perkampungan, tepatnya di Kampung Odase, Distrik Wonti, Kabupaten Waropen. Dari lingkungan pelayanan inilah, Peki belajar arti pengabdian, keberanian, dan tanggung jawab. Ia terbiasa mengikuti orang tuanya dalam pelayanan, dan di situlah ia mulai belajar berdiri dan berbicara di depan banyak orang.
Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri Urfas (2006–2012), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Urfas (2012–2015), dan SMA Waren (2015–2018). Semangat belajarnya terus membawanya melangkah hingga ke perguruan tinggi, di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih. Ia masuk pada tahun 2018 dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 2023.
Dalam perjalanan hidupnya, Peki tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia memulai dari lingkungan gereja sebagai anggota pemuda GPDI, kemudian berkembang menjadi aktivis mahasiswa yang terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.
Sebagai seorang aktivis, Peki dikenal aktif dalam gerakan anti korupsi dan turut mengawal jalannya pemerintahan, dengan fokus memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Komitmennya terhadap keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi ciri khas dalam setiap langkah pengabdiannya.
Kini, dengan pengalaman, semangat, dan latar belakang yang kuat, Peki maju sebagai Bakal Calon Ketua KNPI Kabupaten Waropen membawa harapan baru bagi generasi muda.
Dengan moto hidup:
“Waktu sudah buktikan, dan akan terus membuktikan.”


