BONE BOLANGO, SuaraIndonesia1.com — Pemerhati kebijakan publik, Hermanto Lasangoli, memberikan pernyataan keras kepada Bupati Bone Bolango terkait pelantikan Direktur PDAM yang diduga ada titipan oleh tim sukses. Apalagi Direktur PDAM yang baru saja dilantik tidak memiliki dasar dan kualifikasi yang jelas, padahal masih ada yang lebih berkompeten di bidangnya. Namun persoalan ini diabaikan begitu saja oleh Bupati.
Patut jadi pertanyaan besar, kenapa harus bukan orang Bone Bolango asli? Apakah orang Bone Bolango tidak layak dan tidak pantas memimpin? Kenapa harus dari orang luar? Apakah Direktur PDAM yang baru saja dilantik mampu mengembalikan marwah PDAM? Jawabannya tidak, justru malah memperkeruh suasana karena tidak memiliki pengalaman dan diduga cacat administrasi yang dimainkan oleh pansel. Karena minimal sudah memiliki pengalaman harus lima tahun dengan rekam jejak yang jelas.
Namun saat ini yang terjadi adalah pembiaran secara terstruktur dan sistematis, bahkan disangkutpautkan dengan mantan-mantan Dirut sebelumnya bahwa dari segi apa seorang Bupati menilai, memilih, dan memilah Direktur PDAM itu bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Kecacatan berpikir dan menganalisis yang kurang tajam dapat menyebabkan konflik sosial berkelanjutan di kalangan masyarakat.
Maka kami sebagai pemerhati kebijakan publik meminta dan mendesak kepada Bupati Bone Bolango untuk memberikan klarifikasi secara jelas, bawah seperti apa penilaian dari seorang Bupati selaku pemilik modal dalam memilih Direktur PDAM. Sementara dari tiga orang figur yang masuk di tiga besar, ada dua orang putra Bone Bolango asli yang lebih berpengalaman dan mempunyai sertifikat di bidang air bersih serta sesuai kriteria bahwa mereka memiliki peringkat di atas.
—REDAKSI—


