BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Komitmen Camat Dumbo Raya Dorong Percepatan Pengelolaan Persampahan Berbasis Kolaborasi

GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Komitmen kuat ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya dalam mendukung pengelolaan persampahan sebagai salah satu program unggulan Wali Kota Gorontalo. Hal ini ditandai dengan langkah cepat Camat Dumbo Raya Heriyanto M. Abas dalam merespons rancangan pengelolaan persampahan berbasis multi-stakeholder partnership yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan SDGs Center dan GIZ (Lembaga Kerja Sama Pemerintah Jerman).


Kecamatan Dumbo Raya menjadi salah satu lokus pilot project pengelolaan persampahan berbasis kemitraan multipihak yang dirumuskan oleh Bappeda Kota Gorontalo, SDGs Center UNG, sekretariat SDGs Provinsi, dan Advisor GIZ di Gorontalo. Terdapat tiga kelurahan yang menjadi lokus di Kecamatan Dumbo Raya, yaitu Kelurahan Leato Selatan, Leato Utara, dan Talumolo, namun tidak menutup kemungkinan semua kelurahan. Penetapan wilayah ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari strategi awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terintegrasi, partisipatif, dan berdampak secara berkelanjutan.

Camat Dumbo Raya Heriyanto M. Abas menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini dan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berhenti pada perencanaan. Ia langsung mengambil langkah konkret dengan mendorong desain aksi nyata yang dapat segera diimplementasikan di tingkat kelurahan. Pendekatan ini menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan agar masyarakat dapat segera melihat hasil kerja nyata di lapangan, bukan sekadar wacana.


"Pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Kita perlu bergerak cepat. Apa saja sumber daya yang ada dimanfaatkan, jangan menunggu semua tersedia baru bergerak. Ia juga akan melibatkan semua pihak, dan memastikan bahwa setiap rencana benar-benar dijalankan," ungkapnya dalam salah satu pertemuan koordinasi dengan SDGs Center UNG, Bappeda Kota Gorontalo, dan Advisor GIZ Gorontalo.

Dalam implementasinya, pendekatan multi-stakeholder partnership menjadi kunci utama, dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, serta mitra pembangunan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks pengelolaan sampah perkotaan, mulai dari perubahan perilaku masyarakat hingga penguatan sistem pengelolaan yang lebih efektif.


Momentum ini semakin diperkuat dengan kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari Universitas Negeri Gorontalo di wilayah tersebut. Kehadiran mahasiswa menjadi elemen penting dalam mendukung edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih intens dan berkelanjutan. Melalui KKN Tematik, berbagai program sosialisasi, edukasi pemilahan sampah, hingga praktik pengelolaan berbasis rumah tangga dapat dijalankan secara langsung di tengah masyarakat.


Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, mahasiswa, NGO Biota, unsur PKK Kecamatan Dumbo Raya, dan masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2026 di Kelurahan Leato Selatan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata dalam pengelolaan sampah di Dumbo Raya. Masyarakat diberi edukasi pengelolaan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan teknik biopori dan tong komposter. Upaya bersama ini tentunya belum cukup. Masih panjang kerja-kerja kolaboratif yang harus disinergikan dengan bukti nyata yang sangat ditunggu, sehingga terlihat dampak pengurangan timbunan sampah di wilayah ini.


Dengan komitmen kuat dan langkah cepat yang ditunjukkan, Kecamatan Dumbo Raya menjadi contoh bagaimana kepemimpinan di tingkat lokal dapat memainkan peran strategis dalam mendorong implementasi program prioritas daerah secara efektif, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.


Reporter: Jhul-Ohi

NEXT »