SUARAINDONESIA1, Manado - Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono turun langsung meninjau kondisi infrastruktur yang terdampak gempa bumi di kawasan GOR KONI Sario, Manado, pada Kamis (2/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan menyusul laporan adanya kerusakan serius pada bagian gedung yang mengakibatkan jatuh korban jiwa.
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Awi Setiyono didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulut untuk memastikan langkah pengamanan dan evakuasi berjalan maksimal.
Polisi juga sudah melakukan olah TKP di lokasi yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan dan memasang garis polisi di TKP.
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan patroli mitigasi.
Meski gempa memicu kekhawatiran besar, Wakapolda memastikan bahwa potensi tsunami telah terlewati.
Berdasarkan koordinasi dengan Polres jajaran, situasi di wilayah kepulauan dan pesisir Bitung terpantau kondusif tanpa adanya kenaikan air laut yang signifikan.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Kita berada di wilayah Ring of Fire, sehingga gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja," ujar Wakapolda.
Ia juga mengimbau warga untuk selalu siap menghadapi potensi gempa susulan dan segera keluar dari bangunan jika merasakan guncangan kuat dan hindari bangunan yang terlihat retak atau tidak stabil.
"Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Wakapolda.
Saat ini, pihak kepolisian dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan menyeluruh di seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk memantau perkembangan di wilayah Likupang dan Minahasa Utara.
Berdasarkan data pemutakhiran dari BMKG, gempa tektonik ini terjadi pada pukul 05:48:16 WIB / 06:48:16 WITA, koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT, di kedalaman 62 km. Pusat gempa laut antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
(RedSi1/Rom)




