BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Warga Minta Pengusaha Emas Lintas Provinsi H Wati Dan Pengawalnya Angkat Kaki Dari Kec. Ongka Malino


Parigi Moutong- Suaraindinesia1.com -12-04-2026- Warga telah geram setelah kejadian penganiayaan dan penodongan senjata api kepada masyarakat pada tanggal 10-04-2026 di penginapan melati 2 di Kotaraya kec. Mepanga, Parigi Moutong. Dengan adanya kejadian tersebut Arif selaku korban yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum Brimob  pada malam itu meminta H Wati dan Oknum Brimob yang mengawalnya agar segara angkat kaki dari Kec. Ongka Malino. 

Hal itu di sampaikan lansung oleh Arif kepada jurnalis media Suaraindonesia1.com saat bertemu di Polres Parigi Moutong saat melakukan pelaporan kepada Propam Polres PARIMO. 

Menurut Arif " kejadian penodongan senjata api seperti ini bukan kali pertama dilakukan oleh oknum Brimob tersebut karena ada juga Korban nya Bernama Ismail namun beliau takut untuk mempersoalkan karena ia ketahui bahwa lawannya bukanlah orang kecil melainkan pengusaha  emas besar lintas provinsi yang menurut info bersal dari wilayah Kalimantan. Maka dari itu kami berharap kepada Polda Sulteng agar mengusut kasus ini dengan transparan.

Makanya saya selaku korban dan putrra asli Ongka Malino berharap H Wati Dan Pengawalnya ( Brimob ) bisa angkat kaki dari kampung kami karena mereka adalah pelaku tambang Ilegal di desa Karya Mandiri yang sangat merusak hutan karena menggunakan alat berat jenis eksavator yang menurut info kurang lebih 7 unit. Jika kedatangan kalian cuman merusak hutan kami yang berpotensi  mendatangkan  bencana alam  bagi kampung kami, dan di tambah lagi dengan anggotaya yang selalu meresahkan masyarakat dengan pengancaman menggunakan senjata Api Silahkan Angkat kaki dari Bumi Ongka Malino. Karena Kami  selama ini hidup rukun tenang sebelum kedatangan kalian tidak pernah mendapatkan ancaman.." tutup Arif

« PREV
NEXT »