BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Zasmin Dalanggo, pembela BTN jadi-jadian yang asal bicara dan asal catut nama

GORONTALO, SuaraIndonesia1.com — Zasmin Dalanggo akhirnya angkat bicara dengan nada keras dan tanpa kompromi terkait tuduhan yang menyeret namanya dalam aksi demonstrasi di Bank BTN yang berkaitan dengan persoalan ASN dan lembaga perbankan. Ia menegaskan secara tegas bahwa tudingan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga mencerminkan narasi liar yang tidak memiliki dasar fakta.


“Saya tidak pernah hadir, apalagi berorasi atau memimpin demonstrasi di Bank BTN,” tegas Zasmin.


Lebih jauh, ia menyebut bahwa tuduhan yang beredar justru menunjukkan praktik penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab. Dalam pandangannya, narasi yang dibangun tidak berlandaskan data, melainkan sekadar opini sepihak yang berpotensi menyesatkan publik.


Zasmin juga melontarkan kritik pedas terhadap pihak-pihak yang melabeli diri sebagai aktivis namun, menurutnya, gagal memahami realitas di lapangan. Ia menilai ada kecenderungan “aktivis dadakan” yang justru bertindak gegabah dengan mencatut nama orang tanpa verifikasi.


“Kalau mau bicara sebagai aktivis, harusnya berbasis data dan analisis yang jelas, bukan asal bicara. Narasi seperti itu justru lucu untuk dibaca karena tanpa sadar mengkritik diri mereka sendiri,” sindirnya.


Ia bahkan menilai pihak yang menuduhnya tidak memiliki data valid, dan narasi yang dibangun diduga hanya untuk mengaburkan persoalan yang sebenarnya terjadi di Bank BTN. Menurutnya, alih-alih memperjelas masalah, tuduhan tersebut justru memperkeruh keadaan dengan informasi yang tidak akurat.


Zasmin mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab terhadap kebenaran. Ia menegaskan bahwa ruang publik bukan tempat untuk spekulasi liar tanpa dasar.


“Silakan mengkritik, silakan jadi pahlawan untuk Bank BTN, tapi harus dengan data yang kuat. Jangan asal bicara,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, Zasmin menyinggung adanya indikasi kepanikan dari pihak tertentu yang terkesan terburu-buru membela Bank BTN. Ia menilai sikap tersebut justru ironis, karena pihak-pihak itu dinilai tidak memahami fakta di lapangan—bahkan tidak mengetahui siapa yang benar-benar terlibat dalam aksi demonstrasi maupun yang berorasi.


“Ada kesan ingin tampil sebagai pembela, tapi ironisnya tidak tahu siapa yang demo dan siapa yang orasi, lalu asal mencantumkan nama saya,” tutupnya.


Pernyataan ini menjadi sorotan karena tidak hanya membantah tuduhan, tetapi juga membuka kritik tajam terhadap budaya penyebaran informasi tanpa verifikasi yang kian marak di ruang publik.


—REDAKSI—

« PREV
NEXT »