BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Agung Bobihu Tegaskan: HMI Undang Direktur HTI, Bukan Perwakilan – Jangan Manipulasi Fakta

GORONTALO, SuaraIndonesia1.com – Polemik terkait dialog publik yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus bergulir. Ketua Panitia kegiatan, Agung Bobihu, kembali menegaskan bahwa sejak awal undangan secara tegas ditujukan langsung kepada Direktur HTI, bukan kepada institusi secara umum maupun perwakilan seperti humas.


“Perlu kami luruskan, tujuan undangan kami sangat jelas: Direktur HTI sebagai pengambil kebijakan utama. Bukan kepada pihak lain, bukan kepada humas, dan bukan perwakilan,” tegas Agung.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas keterlambatan pelaksanaan kegiatan yang terjadi akibat miskomunikasi teknis, termasuk persoalan penyampaian undangan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk memelintir substansi utama kegiatan.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena kegiatan sempat tertunda akibat kendala teknis. Tapi jangan sampai itu dijadikan celah untuk menggiring opini yang tidak sesuai fakta,” ujarnya.


Menurut Agung, forum dialog yang diselenggarakan HMI bukanlah kegiatan seremonial, melainkan ruang akademik yang menuntut kehadiran langsung pengambil keputusan agar pembahasan berjalan substansial.


“Ini bukan forum formalitas. Kami membutuhkan jawaban langsung dari pihak yang memiliki kewenangan. Kalau bukan direktur yang hadir, maka esensi dialog itu hilang,” lanjutnya.


Namun, dalam perkembangan terbaru, HMI justru mengaku kecewa terhadap pernyataan pihak humas HTI yang dinilai tidak berdasar dan cenderung menyerang integritas forum. Agung mengungkapkan bahwa HMI bahkan tidak lagi menaruh harapan terhadap kehadiran pihak HTI, setelah muncul pernyataan dari humas yang menyebut dialog tersebut “ditunggangi” oleh salah satu senior HMI.


“Kami sangat kecewa. Bahkan saat ini, kami tidak lagi berharap pihak HTI hadir, karena pernyataan humas mereka sudah keluar dari substansi dan justru menyerang secara tidak berdasar,” tegasnya.


Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pihak humas HTI juga menyatakan tidak akan hadir apabila terdapat kehadiran Kakanda Hamzah Sidik, yang diketahui sebagai Ketua MD KAHMI Gorontalo Utara sekaligus anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, sementara kegiatan tersebut harus dibuka oleh Kakanda Hamzah Sidik sebagai Ketua MD KAHMI Kabupaten Gorontalo Utara.


“Ini pernyataan yang tidak rasional dan mencederai ruang dialog. Menyebut forum akademik ditunggangi, lalu menolak hadir hanya karena ada figur tertentu, itu menunjukkan sikap yang tidak siap berdialog secara terbuka,” ujar Agung.


Ia menilai, narasi tersebut justru memperkuat dugaan bahwa Direktur HTI menghindari forum terbuka yang seharusnya menjadi ruang klarifikasi kepada publik.


“Jangan dipelintir seolah ini hanya soal undangan ke institusi. Ini undangan personal kepada Direktur sebagai pengambil kebijakan. Tapi jika sejak awal sudah mencari alasan untuk tidak hadir, maka publik bisa menilai sendiri,” tambahnya.


Di akhir pernyataannya, Agung kembali menegaskan bahwa HMI tetap konsisten menjaga independensi forum dan memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak ditunggangi oleh pihak manapun.


“HMI berdiri independen. Forum ini murni untuk kepentingan publik. Justru pernyataan sepihak seperti itu yang merusak iklim diskusi yang sehat,” pungkasnya.


—REDAKSI—

« PREV
NEXT »