BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Hardiknas 2026 di Pohuwato, Wabup Iwan: Pendidikan Bukan Sekadar Angka, Tapi Memanusiakan Manusia



Suaraindonesia1, Pohuwato - Nuansa budaya Gorontalo mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Pohuwato. Bertempat di halaman Kantor Bupati Pohuwato, Senin (04/05/2026), upacara berlangsung khidmat dengan balutan pakaian adat Gorontalo yang dikenakan para peserta, mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas, hingga siswa-siswi jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Pohuwato.

Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, bertindak selaku pembina upacara mewakili Bupati Pohuwato yang berhalangan hadir karena adanya agenda lain. Hadir pula Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, Kapolres Pohuwato AKBP Busrnoni, S.IK, Ketua Pengadilan Negeri Marisa Ferdinal, S.H., M.H., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Arman Mohamad, Ketua TP PKK Pohuwato Selfi Mbuinga Monoarfa, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Risnawati Adam Ali, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para camat, kepala bagian, serta tenaga ahli bupati.

Mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", peringatan Hardiknas tahun ini menjadi ruang refleksi bersama tentang betapa strategisnya peran pendidikan dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Dalam upacara tersebut, Wabup Iwan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merenungkan kembali, meneguhkan, dan menghidupkan semangat pendidikan nasional.

"Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia," ujar Wabup.

Ia juga mengingatkan warisan pemikiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, yang membangun fondasi pendidikan melalui sistem among, yaitu asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan dan pembinaan). Nilai-nilai inilah yang dinilai masih sangat relevan sebagai ruh pendidikan Indonesia hingga hari ini.

Lebih jauh, Wabup menyampaikan bahwa pendidikan berperan vital dalam melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kepribadian dan tanggung jawab yang baik.

"Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan merupakan usaha bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh, menuju Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat," jelasnya.

Dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah disebut telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu melalui berbagai regulasi dan penguatan ekosistem yang melibatkan empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Meski demikian, Wabup menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan mutu pendidikan mustahil terwujud tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk masyarakat, dunia usaha, dan lembaga terkait.

Tiga aspek utama pun ditekankan dalam menjalankan kebijakan pendidikan, yakni mindset (pola pikir) yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus.

"Tanpa ketiganya, berbagai kebijakan hanya akan menjadi program formalitas yang berhenti pada capaian angka-angka semata," tegasnya.

Menutup sambutannya, Wabup Iwan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat kolaborasi demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan merata.

"Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Mari kita perkuat kerja sama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," pungkasnya.

Sebagai penutup yang meriah, rangkaian upacara diakhiri dengan tarian tradisional Dana-Dana secara kolosal yang diikuti oleh Wabup Iwan Adam, Ketua TP PKK, pimpinan OPD, dan seluruh peserta upacara — menjadikan Hardiknas 2026 di Pohuwato tak hanya bermakna secara intelektual, tetapi juga kaya akan semangat budaya lokal.

(Abd)

« PREV
NEXT »