BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

PT. IGL dan BTL Rampas Ruang Hidup dan Hak Masyarakat


POPAYATO TIMUR, SuaraIndonesia1.com – Aksi demonstrasi di Kecamatan Popayato Timur, tepatnya di PT. IGL dan BTL, menuai sorotan. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat pada tanggal 13 Mei 2026 bukan hanya sekadar aksi protes, tetapi ini antara hak dan tanggung jawab.


Aksi ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh masyarakat. Sebelumnya, masyarakat sudah pernah melakukan aksi demonstrasi di PT. IGL dan BTL dengan tuntunan "Plasma Masyarakat" yang sampai hari ini tidak dibayarkan dan tidak punya kejelasan dari pihak perusahaan. Aksi protes yang selalu dan berulang kali digaungkan tetapi tidak pernah ditanggapi serius oleh perusahaan. Justru yang terjadi hanyalah pembungkaman, terbukti dengan beberapa orang masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi justru ditangkap dan diamankan oleh aparat penegak hukum.


Menanggapi hal itu, Pres BEM UNG 2025, Reksa Umar, yang juga sebagai pemuda Popayato, menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi di suatu daerah tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga harus memberikan timbal balik yang nyata kepada masyarakat dan daerah tempat perusahaan menjalankan aktivitasnya.


Masyarakat selama ini berharap kehadiran perusahaan mampu menjadi bagian dari peningkatan kesejahteraan warga, bukan justru menghadirkan persoalan yang berlarut-larut terkait hak masyarakat, khususnya pembayaran plasma. Menurutnya, komitmen perusahaan terhadap masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial yang harus dijalankan secara serius.


Reksa Umar mendesak agar PT. IGL dan BTL membuka ruang komunikasi yang sehat dengan masyarakat dalam penyelesaian tuntutan plasma. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat maupun stabilitas daerah.


"Jika perusahaan masih abai dalam penyelesaian konflik sosial yang hari ini terjadi, saya sebagai anak muda Popayato memastikan akan ada gelombang yang lebih besar dari hari ini untuk memperjuangkan hak dan martabat masyarakat yang seutuhnya," ujar Reksa Umar.

(JO)

« PREV
NEXT »