GORONTALO, SuaraIndonssia1.com – SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan lembaga internasional Jerman (GIZ) menyelenggarakan pelatihan Sustainable Development Goals (SDGs) bagi mahasiswa, pada Kamis, 7 Mei 2026 di Gedung LP2M UNG. Pelatihan ini sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kapasitas mahasiswa dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam kegiatan akademik untuk mengembangkan ide dan gagasan inovatif berbasis digital dan potensi daerah serta sebagai kontribusi nyata dalam pencapaian SDGs. Kegiatan ini melibatkan perwakilan mahasiswa seluruh fakultas, dan masing-masing fakultas mengirimkan dua peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi aktif terutama semester 2 dan semester 4.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UNG yang memberikan apresiasi atas inisiatif pelatihan SDGs bagi mahasiswa, karena mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan. Turut hadir, Wakil Rektor III UNG, para dekan dan wakil dekan bidang III, Ketua LP2M dan LPMPP, Advisor GIZ di Gorontalo, serta Sekretariat SDGs-Bappeda Provinsi Gorontalo. Pelatihan menghadirkan narasumber nasional Dr. Runik Machfiroh dari Telkom University selaku penanggung jawab program Innovillage yang memberikan edukasi pengembangan inovasi sosial berbasis teknologi dan kolaborasi mahasiswa dalam program Innovillage; Dr. Maghdalena Pakaya, dosen UNG sekaligus asesor nasional untuk PKM yang memberikan penguatan strategi penyusunan proposal inovatif; dan Dr. Sri Sutarni Arifin dari SDGs Center UNG menyampaikan integrasi SDGs dalam aktivitas akademik dan inovasi mahasiswa.
Ketua Panitia, Lia Amalia, menyampaikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga diwajibkan menyusun karya tulis yang inovatif berbasis teknologi digital dan potensi lokal yang searah dengan pencapaian SDGs. Berdasarkan hasil penilaian, karya tulis terbaik pertama diraih oleh Rayyan Zulfanifalh Lasanuddin dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan, terbaik kedua Nalar Fakhrurozi Moridu dari Fakultas Kedokteran, dan terbaik ketiga Moh. Aditya Maulana Daud dari Fakultas Teknik. Sementara Ketua SDGs Center UNG, Dr. Raghel Yunginger, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan. Menurutnya, peluang kolaborasi dan penguatan kapasitas mahasiswa harus terus diperluas agar kontribusi terhadap pencapaian SDGs semakin nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup oleh Dr. Bobi R. Payu selaku Advisor GIZ di Gorontalo, yang menegaskan pentingnya kemitraan multipihak, termasuk keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan, dan program penguatan kapasitas mahasiswa sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, SDGs Center UNG berharap lahir lebih banyak inovasi mahasiswa yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga implementatif mampu menjawab persoalan nyata masyarakat sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap pencapaian SDGs baik di daerah maupun nasional.
— REDAKSI —



