GORONTALO, SuaraIndonesia.com – SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo bekerja sama dengan GIZ dan Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Pelatihan SDGs bagi Mahasiswa UNG pada Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas mahasiswa dalam memahami, mengimplementasikan, dan mengembangkan inovasi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di daerah.
Mengusung tema “Inovasi Berbasis Digitalisasi dan Potensi Keunggulan Daerah sebagai Upaya Mahasiswa dalam Mendorong Pencapaian Target SDGs”, kegiatan ini menghadirkan mahasiswa sebagai aktor penting dalam pembangunan berkelanjutan. Sebanyak 24 mahasiswa dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Keberagaman latar belakang keilmuan peserta diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan multidisiplin yang relevan dengan tantangan pembangunan daerah saat ini.
Pelatihan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pembelajaran teoritis mengenai SDGs, tetapi juga sebagai wadah penguatan kapasitas mahasiswa dalam membangun ide-ide inovatif berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi lokal daerah. Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh berbagai materi strategis yang berkaitan dengan pengembangan inovasi sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.
Salah satu materi utama yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah pengenalan program Innovillage, sebuah program pengembangan dan pendanaan inovasi sosial mahasiswa yang mendorong lahirnya solusi kreatif berbasis teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Melalui materi ini, peserta memperoleh pemahaman tentang bagaimana mahasiswa dapat menyusun proposal program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak sosial yang nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya sesi sharing experience dari kelompok mahasiswa penerima pendanaan Innovillage. Dalam sesi tersebut, para mahasiswa berbagi pengalaman mengenai proses merancang ide program, menyusun proposal, menghadapi tantangan implementasi di lapangan, hingga strategi membangun keberlanjutan program setelah memperoleh pendanaan. Sesi ini memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi peserta bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tidak hanya menerima materi dan diskusi, peserta juga diberikan kesempatan untuk menuangkan gagasan mereka melalui penyusunan karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan implementasi SDGs, digitalisasi, serta potensi unggulan daerah. Karya tulis tersebut menjadi media bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif terhadap berbagai persoalan pembangunan di Gorontalo maupun di Indonesia secara umum.
Berdasarkan hasil penilaian tim juri, ditetapkan tiga peserta terbaik sebagai pemenang lomba karya tulis ilmiah pada kegiatan tersebut, yaitu:
· Juara 1: Rayyan Zulfanifalh Lasanuddin dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan
· Juara 2: Nalar Fakhrurozi Moridu dari Fakultas Kedokteran
· Juara 3: Moh. Aditya Maulana Daud dari Fakultas Teknik
Keberhasilan para pemenang menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk melahirkan gagasan inovatif yang dapat mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Ide-ide yang lahir dari kalangan mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada level kompetisi, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SDGs Center UNG menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Perguruan tinggi dipandang memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya inovasi sosial yang mampu menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal maupun global.
Kolaborasi antara Universitas Negeri Gorontalo, GIZ, dan Sekretariat SDGs Provinsi Gorontalo juga menjadi bentuk sinergi multipihak untuk memperkuat ekosistem pembangunan berkelanjutan di daerah. Melalui kemitraan tersebut, diharapkan semakin banyak program penguatan kapasitas generasi muda yang mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis digitalisasi, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan potensi unggulan daerah sebagai bagian dari upaya mencapai target-target SDGs di Indonesia.
Reporter: Jhul-Ohi



