BREAKING NEWS
latest
header-ad

468x60

header-ad

Dandim Panik Langsung Klarifikasi Soal Potongan 7 Persen Dana Pembangunan KDMP di Boalemo


BOALEMO, SuaraIndonesia1.com – Klarifikasi yang disampaikan Dandim 1316/Boalemo terkait dugaan pemotongan Dana KDMP yang beredar di beberapa media online justru menimbulkan sejumlah pertanyaan baru di tengah masyarakat.


Pertama, publik mempertanyakan mengapa klarifikasi disampaikan begitu cepat sebelum adanya informasi mengenai pemeriksaan atau penelusuran secara menyeluruh di lingkungan internal yang berkaitan dengan program tersebut. Dalam situasi yang menjadi perhatian publik, langkah verifikasi internal semestinya menjadi bagian penting sebelum memberikan kesimpulan kepada masyarakat.


Kedua, pernyataan bahwa pihak Kodim tidak mengetahui proses penganggaran maupun pembangunan sebelumnya dinilai belum menjawab substansi persoalan yang berkembang. Di kalangan masyarakat dan sejumlah pihak yang mengikuti dinamika program tersebut, isu adanya potongan sekitar 7 persen dari nilai anggaran yang mencapai Rp1,1 miliar bukanlah isu baru. Bahkan, informasi tersebut disebut-sebut pernah menjadi bagian dari polemik dalam proses serah terima pekerjaan yang kemudian berujung pada pengambilalihan penanganan oleh Korem 133/Nani Wartabone.


Karena itu, klarifikasi yang terkesan hanya menegaskan ketidaktahuan tanpa menjelaskan hasil penelusuran faktual berpotensi menimbulkan persepsi bahwa terdapat upaya untuk menghindari substansi persoalan yang sedang dipertanyakan publik.


Didit Lapa menegaskan bahwa dirinya memiliki sejumlah dokumen dan informasi pendukung yang berkaitan dengan dugaan tersebut. Oleh karena itu, ia berencana membawa persoalan ini ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Boalemo dan instansi terkait agar seluruh fakta dapat dibuka secara transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


"Tujuan kami bukan menyerang institusi mana pun, tetapi memastikan setiap penggunaan anggaran negara berjalan secara transparan dan akuntabel. Karena itu, kami akan mendorong pembahasan persoalan ini melalui RDP bersama DPRD dan pihak-pihak terkait," tegas Didit Lapa.

(JO)

« PREV
NEXT »